Senin, 23 November 2020

Holding BUMN Tambang Resmi Terbentuk, Inalum Siap Caplok Freeport

Holding BUMN Tambang Resmi Terbentuk, Inalum Siap Caplok Freeport

Foto. Empat BUMN tambang resmi bergabung dalam holding yang dipimpin oleh PT Inalum. (*/sindonews)

Jakarta, Swamedium.com – Empat BUMN pertambangan telah bergabung membentuk holding BUMN tambang dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai induk usahanya. Setelah konsolidasi keuangan, total aset Inalum akan menggelembung jadi sekitar Rp 88 triliun, sehingga diyakini mampu untuk merealisasikan pembelian 51% saham divestasi PT Freeport Indonesia.

Pembentukan holding itu mendapat persetujuan sebanyak 95% pemegang saham yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB pada Rabu (29/11). Tiga BUMN tambang yang sahamnya tercatat di pasar modal yakni PT Timah (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk akan bergabung menjadi anak usaha dari Inalum.

Menurut Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, setelah keuangan empat BUMN tambang dikonsolidasikan, maka nilai aset holding BUMN tambang akan menjadi sekitar Rp 88 triliun.
Dengan ekuitas sebesar itu, holding BUMN tambang bisa mengembangkan keuangannya hingga 3 kali. Sehingga holding BUMN tambang mempunyai peluang mendapatkan pembiayaan sekitar Rp 180 triliun.

“Kalau di bank debt to equity ratio 3 kali, bisa pinjam sebanyak Rp 180 triliun. Itu besar sekali. Sekarang debt to equity ratio kita jauh di bawah 1, yakni 0,38,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (29/11) yang dirilis detik.com.

Dengan kekuatan uang sebesar itu, dia yakin holding BUMN tambang akan mampu menyerap divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia. “Kita mampu, kan tinggal dihitung saja,” kata Budi.

Budi mengakui, saat ini pihaknya sudah melakukan perjanjian kerahasiaan (Non Disclosure Agreement) dengan Freeport Indonesia. Namun karena perjanjiannya bersifat kerahasiaan, dia mengaku tidak bisa membeberkan bagaimana progres renacana pembelian divestasi saham Freeport Indonesia.

“Dengan perusahaan di Papua itu kami sudah tandatangan Non Disclosure Agreement. Jadi enggak boleh ngomong. Tapi progresnya bagus. Mudah-mudahan saudara kita tambah jadi 5,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengungkapkan bahwa mbentukan holding ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016 dan PP Nomor 47 Tahun 2017.

Tujuannya, agar sektor pertambangan dapat meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batu bara (minerba), serta meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, termasuk meningkatkan kandungan lokal, efisiensi biaya.

Selain itu, keempat perusahaan yang tergabung dalam holding BUMN sektor tambang juga memiliki tugas untuk mengambil alih divestasi saham Freeport Indonesia sebesar 51 persen. (*/maida)

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.