Senin, 23 November 2020

KPK Jelaskan Kronologis OTT di Jambi dan Jakarta

KPK Jelaskan Kronologis OTT di Jambi dan Jakarta

Foto: Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua KPK Basiaria Pandjaitan membeberkan kronologis yang dilakukan pihaknya di bagian penindakan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara provinsi Jambi atas kasus dugaan tindak pidana perkara suap pada pembahasan RAPBD tahun anggaran 2018.

“Diduga pemberian uang ini agar anggota DPRD bersedia hadir, Sebelumnya diduga sejumlah orang berencana tidak akan hadir dalam pembahasan tersebur karena tidak dapat jaminan pihak Pemprov, untuk memuluskan proses pengesahan tersebut diduga telah disepakati pencarian uang, yang biasa disebut ‘uang ketok’,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di hadapan wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/11) sore.

“Pencarian dilakukan pihak swasta, yang jadi rekanan pemprov. Pada Selasa pagi, WYD anak buah ARN memberi uang ke SAI (Asda Bid 3 Pemprov Jambi) sejumlah tiga miliar,” imbuhnya

Lebih lanjut menurut Basaria, Tim satgas KPK, berhasil menangkap 16 orang pada Selasa, 28 November 2017, dalam operasi tersebut, diketahui 16 orang berhasil diamankan oleh KPK di dua tempat berbeda yakni Jambi dan Jakarta.

Kini lima orang pejabat lintas jabatan termasuk PLT Sekda Provinsi Jambi dan Anggota DPRD Provinsi Jambi sementara ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Supriono Anggota DPRD F PAN,
H.Arpan PLT Ka.Dinas Pupera,
Saepudin Asda bidang 3 Pemprov Jambi,
Hj. Nurhayati anggota banggar DPRD Partai Demokrat, dan Erwan Malik PLT Sekda Pemprov Jambi.

Sebelumnya menurut informasi, mengenai kronologi giat operasi penindakan tangkap tangan KPK, diketahui KPK mendapati informasi akan adanya pertemuan dengan rangka penyerahan uang, yang pertama pada Selasa (28/11) sekira pukul 12.46 WIB.

Antara SUP dan SAI di sebuah restoran yang disinyalir akan ada pertemuan tersebut menggunakan ‘kode voucher undangan’, kemudian pada pukul 14.00 WIB terjadi pertemuan antara SAI dan SUP, lalu SUP masuk ke dalam mobil SAI, yang diduga akan terjadi transaksi, SUP kemudian keluar dengan membawa kantong plastik hitam.

Selanjutnya tim satgas KPJ mengamankan SUP dengan barang bukti berisi uang senilai 400 juta rupiah dari tangan SUP. Selain itu, di tempat yang sama KPK juga mengamankan SAI juga supirnya SRP.

Tim KPK juga mengamankan GWS (pihak swasta) di restoran setelah makan siang di tempat itu juga, karena termasuk pihak yang diduga ikut serta dengan SUP dan SAI.

Lantas tim KPK membawa SAI ke rumah pribadinya di Kota Jambi.

Dirumah pribadi SAI ditemukan uang sebesar 1,3 miliar rupiah. Di rumah ini tim KPK juga mengamankan ATG (anak buah SAI) dan NUR (anggota DPRD, istri SAI) uang diduga akan diberikan kepada anggota DPRD terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018.

Selanjutnya lima orang tersebut SUP, SAI, ATG, NUR, GWS dibawa ke Mapolda Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada malam hari sekira pukul 19.30 WIB tim mencari dan mengamankan ARN (Plt Dinas Pupera Jambi) dirumah pribadinya, didapati di kediamannya, tim mengamankan dua koper hitam berisi uang sebesar 3 miliar rupiah, ARN pun dibawa ke Mapolda Jambi.

Sekitar pukul 20.00 WIB, WSS kepala UPTD Alat dan Perbekalan Pemprov Jambi, datang ke Mapolda Jambi untuk memberi keterangan.

Sekitar pukul 20.40 WIB, Tim mendatangi kantor dinas PUPERA dan mendapati RNI, dan staff ARN yang memegang berkas didepan mensin penghancur kertas, diduga RNI ingin menghancurkan catatan catatan transfer sejumlah uang, RNI pun dibawa ke Mapolda Jambi.

Secara paralel tim KPK di Jakarta mengamankan empat orang.

Sekira pukul 17.19 WIB, tim KPK mengamankan tiga orang AMD (Ka Perwakilan Prov. Jambi di Jakarta), ASL (Swasta di Jakarta), VRL (Kadin Perhubungan Pemrpov Jambi), disebuah gerai kopi di kawasan Jakarta Pusat.

Sekitar pukul 20.00 WIB, KPK mengamankan EWM (PLT Sekda Prov Jambi) disebuah apartemen di Thamrin Jakarta Pusat, EWM dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Jok)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.