Minggu, 29 November 2020

Mengapa Penyakit Bondan”Maknyuss” Winarno Disebut Bom Waktu

Mengapa Penyakit Bondan”Maknyuss” Winarno Disebut Bom Waktu

Foto. Mengenal faktor risiko penyakit yang diderita jurnalis dan presenter kuliner Bondan Winarno. (sindonews)

Jakarta, Swamedium.com – Setelah mengidap penyakit aneurisma aorta yang diduga mula dirasakan sejak tahun 2005 atau sekitar 12 tahun lalu, Jurnalis dan Presenter Kuliner Bondan Winarno tutup usia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta pada Rabu pagi (29/11). Kenapa penyakit Pak Bondan ini disebut bom waktu yang mematikan?

Di milis @jalan sutra, usai menjalani operasi yang pertama, pria yang akrab di panggil Pak Bondan Maknyuss ini sempat menyatakan permohonan maaf lewat tulisan di millis,”Mohon maaf bila selama beberapa hari ini saya menyembunyikan sebuah rahasia besar dari Anda semua,” tuturnya.

Mantan Wartawan di Suara Pembaharuan dan berbagai media nasional serta internasional ini menceritakan kronologis sakitnya. Intinya, dia mulai merasakah sakit itu di tahun 2005.

“Tahun 2005, dalam penerbangan SIN-JKT, saya merasakan ujung2 jari tangan kanan saya ba’al alias kesemutan. Begitu mendarat di CGK, saya telepon minta advis Dr. Sindhiarta Mulya. Saya disarankan segera menuju RS yg dkt dgn rumah saya untuk menjalani pemeriksaan MRI. Krn waktu itu saya masih tinggal di Bintaro, saya lgsg ke RS Premier Bintaro. Eh, ternyata Dr. Sindhi sudah menunggu saya di sana. Setelah MRI, saya disarankan observasi di RSP Bintaro selama 3 hari. Kesimpulan: cardiologist strongly suspected penyumbatan arteri jantung dan saya harus menjalani kateterisasi sesegera mungkin. In contrary, neurologist di RS yg sama mengatakan bahwa yg saya alami sama sekali bukanlah penyakit jantung,” paparnya.

Pak Bondan dinyatakan menderita Aneurisma aorta.

Menurut berbagai sumber, Aneurisma aorta adalah penonjolan pembuluh darah besar di jantung, aorta, yaitu pembuluh darah utama yang bertugas membawa darah dari jantung ke organ dan jaringan di bagian bawah tubuh.

Aorta adalah arteri terbesar dalam tubuh. Peregangan atau menggembungnya aorta berbahaya karena dapat merusak daerah pada dinding aorta sehingga aorta bisa pecah dan menyebabkan perdarahan jika tidak segera diobati.

Sebenarnya, Aneurisma aorta adalah penyakit yang umum terjadi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aneurisma aorta abdomen lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki, terutama pada orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun.

Penyakit ini biasanya sulit dideteksi karena tak menimbulkan gejala apapun bahkan bisa dikatakan lambat berkembang. Namun, dalam beberapa kasus, ketika terinfeksi Anda biasanya akan merasakan rasa sakit seperti dirobek di perut atau punggung. Kita juga harus waspada apabila mengalami batuk, suara serak atau hilang, sulit bernapas dan gangguan menelan.

Bisa jadi, gejala tersebut terjadi karena neurisma aorta terus tumbuh dan menekan tulang belakang.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya penyakit aneurisma aorta.

Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan atau meningkatkan risiko terjadinya aneurisma aorta, yakni.

1. Berusia 50-65 tahun

2. Tekanan darah tinggi

3. Pengerasan arteri

4. Penggunaan tembakau seperti merokok. Merokok dapat menyebabkan aneurisma berkembang lebih cepat dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta pengerasan pembuluh darah.

5. Memiliki aterosklerosis. Akumulasi lemak dan zat-zat lain yang dapat merusak pembuluh darah dapat meningkatkan risiko aneurisma aorta abdomen.

6. Memiliki kerabat yang terinfeksi oleh aneurisma aorta. Menurut penelitian, 25% pasien memiliki kerabat dengan penyakit aneurisma aorta.

7. Statistik menunjukkan bahwa pria cenderung memiliki aneurisma aorta perut 6 kali lebih banyak dari wanita.

Bila Anda memiliki faktor-faktor tersebut diatas, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter ahlinya untuk melakukan pencegahan dan pengobatan. (maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.