Jumat, 27 November 2020

Panitia Tepis Tudingan Reuni Akbar 212 Bermuatan Politis

Panitia Tepis Tudingan Reuni Akbar 212 Bermuatan Politis

Foto: Ustadz Slamet Maarif, Ustadz Al Khaththath dan Ustadz Arifin Ilham. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Sekretaris Panitia Reuni Akbar Alumni 212 Ustadz Muhammad Al Khaththath menepis tudingan yang mengatakan bahwa reuni alumni 212 bermuatan politik. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Gedung DPR RI.

“Jadi bukan kegiatan politik seperti yang disinyalir oleh sebagian orang. Jadi diplesetkan bahwa reuni 212 besok adalah aksi. Kita tidak ada aksi,” tegas Ustadz Al-Khaththath, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (30/11).

Lebih lanjut, Ustadz Al Khaththath mempertanyakan penyebutan reuni 212 sebagai aksi. Menurut dia, dalam reuni 212 ini tidak ada aksi massa, namun diisi dengan ibadah sholat subuh dan dilanjutkan dengan peringatan maulid.

“Saya bilang ndak ada aksi, orang cuma sholat subuh, Maulid lalu reuni. Reuni kan senang-senang, nggak ada apapun,” tuturnya.

”Peristiwa yang akan dilakukan adalah mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT tentang persatuan umat Islam,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa media yang menyebutkan acara reuni 212 sebagai aksi politik.

“Maka saya pastikan itu keliru, karena peristiwa yang dikomentari bukanlah peristiwa yang akan dilakukan,” tegas Ustadz Al Khaththath.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuding reuni 212 bermuatan politis dan merupakan aksi massa. Menurutnya, reuni 212 berkaitan dengan momentum politik jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Ini juga enggak akan jauh-jauh dari politik, tetapi politik 2018-2019,” ujar Tito, di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, seperti dikutip Kompas, Kamis (30/11).

Tito pun enggan berkomentar lebih jauh saat dimintai penjelasan lebih jauh terkait pernyataannya itu.

“Sudahlah, ini pasti larinya ke arah politik 2018-2019,” kata Tito. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.