Sabtu, 28 November 2020

Reuni 212, Mengenang Momentum Perjuangan Persatuan Umat Islam

Reuni 212, Mengenang Momentum Perjuangan Persatuan Umat Islam

Foto: Aksi Bela Islam 212. (ist)

Oleh: KH. DR. Tb. Abdurrahman Anwar Al Bantany*

Jakarta, Swamedium.com – Dalam sejarah pergerakan Islam era modern tidak pernah ditemukan aksi dan demonstrasi mercusuar seperti 212, baik dalam tataran nasional maupun tataran Internasional.

Kehadiran kaum Muslimin dalam aksi 212 tersebut sesuai dengan data akurat dan riil menyebutkan Tujuh Juta Lima Ratus Ribu umat dari berbagai lapisan masyarakat Muslim Indonesia.

Ada beberapa faktor yang menjadi pemersatu umat di momentum 212 antara lain :

1. Allah swt telah menggerakkan hati dan jiwa seluruh umat Islam Indonesia.
2. Allah swt telah menyatukan hati dan jiwa seluruh umat Islam Indonesia.
3. Al-Qur’an sebagai penggerak dan pemersatu umat Islam Indonesia.
4. Al-Qur’an sebagai tali pengikat suasana kebhatinan umat Islam Indonesia.
5. Kesadaran dan keinsyafan umat Islam Indonesia untuk bela Agamanya.
6. Kesadaran dan keinsyafan umat Islam Indonesia untuk mempertahankan kesucian Kitab Suci Al-Qur’an.
7. Ruh dan spirit jihad umat Islam Indonesia bangkit untuk membela agama, bangsa dan negaranya.
8. Peran aktif dari Imam Besar Umat Islam Indonesia Al Habib Muhammad Rizieq Syihab.
9. Dorongan dan api jihad yang dikumandangkan oleh Imam Besar Umat Islam Indonesia Al Habib Muhammad Rizieq Syihab.
10. Kristalisasi gerakan umat Islam Indonesia dengan niat yang sama dan tujuan yang sama.
11. Dan faktor lainnya.

Dengan demikian 212 adalah menjadi tonggak perjuangan Umat Islam Indonesia dalam membela Agamanya, menjaga keutuhan bangsa dan negaranya, sekaligus menjadi tonggak persatuan dan kesatuan masyarakat muslim Indonesia.

Aksi 212 adalah Gerakan Umat Islam secara super damai sesuai dengan komitmen para Alim Ulama dan umat.

Sehingga faktanya dalam aksi tersebut tidak ada satupun gelas yang pecah, sendok yang patah, rumput yang rusak dan tidak ada sampah yang berserakan. Itulah Indahnya Islam.

Andaikan saat itu misi dan niatannya lain, niscaya revolusi sosial bisa terjadi dan sangat bisa terjadi, sehingga dengan cepat kekuasaan saat itu bisa di ambil alih dengan mudah, tinggal dibentuk Presidum dan diumumkan bahwa negara dalam keadaan darurat, Pemerintahan diambil alih oleh 212 dan MPR secepatnya untuk Sidang Istimewa. Tetapi sesuai dengan konsesus bersama kita tetap komit dengan Aksi Super Damai 212. (*/ls)

*Penulis adalah Anggota Majelis Syuro DPP FPI

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.