Minggu, 29 November 2020

Tiga Paslon Pilgub Jatim, Siapa Calon Juaranya

Tiga Paslon Pilgub Jatim, Siapa Calon Juaranya

Foto: La Nyalla, bakal calon gubernur Jawa Timur bertemu Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab. (ist)

Oleh: M. Mufti Mubarok*

Surabaya, Swamedium.com – Akhirnya pasangan La Nyala Mahmud Mataliti (LNM) berpasangan dengan Anang Hermansyah atau disebut (LANANG) LMN sejak awal di Usung GERINDRA dan Anang H di usung PAN. Perpaduan yang cukup menarik bila di adu dengan tokoh Perempuan Khofifah IP yang berpasangan dengan Emil Dardak (KOPIPAHID) dari partai yang diusung partai tengah dan partai bawah. Sementara Gus Syaifullah Yusuf dan Azwar Anas (SAPA) diusung partai atas.

Tiga pertarungan SAPA lawan KOPIPAHID berhadapan denngan LANANG

MENGAPA SYAIFULLAH-ANAS(SAPA) Sesuai karakternya SAPA. Maka memang bisanya selalu menyapa siapapun, sejak awal sudah curi start karena sebagai wagub dan statusnya sebagai Bupati Banyuwangi. Metode yang di kembangkan adalah Media Darling. Yang mendongkrak popularitas dan menaikkan elektabilitas. SAPA ibarat buah semangka yang luarnya hijau dalamnya Merah.

Perpaduan PKB dan PDIP. Bagaimana peluang SAPA. Memang pasangan SAPA paling siap. Namun masih berat karena elektabiltas sebagai petanaha masih 35 an persen elektabiltasnya. Artinya dari awal curi start masih konstan bahkan cenderung turun karena di dukung partai Penguasa.

MENGAPA KHOFIFAH -E DARDAK (KOPIPAHID)

Sebagaimana calon Ini adalah KOPIPAHID maka memang pahid sejak 2 kali ikut pilgub jatim . Ibarat buah adalah Buah MELON yang luar hijau dalam kuning kebiru biruan Dua Kali kalah di MK RI yang dikalahkan oleh KARSA (Karwo-Syaifullah). Maka ada dua keuntungan KOPIPAHID. Didukung partainya Pakde Karwo dan dapat wakil dari Mataranan. Serta posisi KIP sebagai Mensos RI. Membuat KOPIPAHID lebih percaya diri dan tentu lebih siap bertarung.

Namun KOPIPAHID didukung partai penguasa. Sampai hari ini elektabilitasnya di 32 persen. Artinya selisi dengan SAPA sangat tipis. SAPA dan KOPIPAHID akan bertarung habis habisan di Basis NU dan Tapal kuda. Sementara di Mataraman KOPIPAHID lebih diuntungkan

BAGAIMANA LaNyala Anang (LANANG).

Ibarat buah adalah NAGA yang perpaduan merah dan biru jadi ungu. Pasangan baru ini, peluang juga lumayan karena pertarungan SAPA dan KOPIPAHID akan berdampak pada LANANG. Karena lanang adalah tokoh baru yang belum pernah bertarung di Pilgub Jatim. Dan Lanang diusung partai non penguasa. Perang SAPA dan KOPIPAHID berdampak pada LANANG. Peluang Lanang masih terbuka. Asal strategi devide at impera bisa dikembangkan.

Lanang elektabiltas juga sudah mendekati 30 persen. Artinya perang 3 paslon (pasangan calon) ini akan head to head dan menguras energi. Hanya faktor nasib yang akan menjadi penentu di samping strategi dan faktor keberuntungan.

Namun demikian dalam politik selalu ada tsunami politik dan golden moment. Siapa yang kena tsunami akan kalah dan siapa yang dapat golden moment dialah sang juaranya. Apa kalah buah semangka atau melon atau naga yang akan tampil. Buah naga lebih banyak manfaatnya dan lebih enak. (*/ls)

*Penulis adalah Direktur Lembaga Survei Regional (LeSuRe)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.