Jumat, 27 November 2020

Tren Bisnis Online Jadi Masalah di Indonesia, Namun Berkah Bagi China

Tren Bisnis Online Jadi Masalah di Indonesia, Namun Berkah Bagi China

Foto. Para pembeli menyerbu toko-toko ritel yang bangkrut . (*/antara)

Jakarta, Swamedium.com – Perkembangan bisnis online yang mulai menggeser, bahkan membunuh toko ritel offline, ternyata yang lebih banyak menikmati keuntungan adalah pengusaha asal China. Pasalnya sekitar 95% barang-barang yang dijual di toko online yang dibeli orang Indonesia, diimpor dari China.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bisnis online yang tengah berkembang saat ini masih didominasi oleh produk-produk impor dari China.

“Bisnis online sekarang jadi masalah karena barang-barangnya kebanyakan barang impor. Sekitar 95 persen dari luar negeri, termasuk China. Barang dari Indonesia itu kurang dari 5 persennya saja,” kata Luhut dalam seminar “Renewable Energy & Energy Conservation: Knowledge Sharing Session” yang di gelar ITB di Jakarta, Rabu (29/11) yang rilis republika.co.id.

Menurut Luhut, meski sektor perdagangan online (e-commerce) punya peluang besar untuk berkembang, masalah membanjirnya produk impor asal China harus diatasi. “Tapi ini trennya sekarang begini, makanya kita harus lakukan sesuatu soal ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bidang Ketenagakerjaan Harijanto, memperkirakan, ada 10 persen pekerja sektor ritel yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat banyaknya toko ritel yang tutup.

Menurutnya, jika satu departmen store saja yang tutup maka akan berdampak pada ratusan karyawan yang kehilangan pekerjaan. Bagaimana jika yang tutup banyak? Begitu juga dengan minimarket yang melakukan efisiensi dengan menggunakan otomatisasi, hal ini secara langsung juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.