Selasa, 01 Desember 2020

LPS Jamin Akan Kembalikan Uang Nasabah Jika Bank Bangkrut

LPS Jamin Akan Kembalikan Uang Nasabah Jika Bank Bangkrut

Foto: Lembaga Penjamin Simpanan. (ilustrasi/kontan)

Jakarta, Swamedium.com – Banyaknya fenomena investasi bodong dan bank tutup membuat sebagian masyarakat takut menyimpan uang di bank. Namun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan akan mengembalikan uang nasabah yang banknya tutup atau bangkrut sesuai aturan yang berlaku.

Seperti diketahui, hingga kini, tercatat sudah 165-an bank terlikuidasi, baik itu bank umum maupun BPR (Bank Perkreditan Rakyat).

LPS menjamin uang masyarakat di bank tidak akan hilang meski perbankan tersebut dilikuidasi.

“Selama 12 tahun kita sudah bayar Rp 1,2 triliun selama 12 tahun beroperasi, karena ada sekitar 80-an bank yang kita likuidasi,” ucap Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Samsu Adinugroho di seminar Meningkatkan Literasi Keuangan Petambak dan Nelayan tentang Sistem Penjamin Simpanan di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (30/11) yang dirilis senayanpost.com.

Dengan adanya penyuluhan ini, LPS berharap, masyarakat pinggiran, khususnya petambak dan nelayan makin sadar dan paham tentang perbankan.

Samsu mengakui, ancaman likuidasi atau tutupnya sebuah bank membuat masyarakat takut menempatkan uangnya. Di tambah lagi banyaknya fenomena investasi bodong yang akhirnya merugikan masyarakat.

“Apalagi ada fenomena orang-orang ngasih tawaran yang tidak jelas seperti investasi bodong,” katanya.

Samsu menegaskan bahwa uang masyarakat di bank tidak akan hilang meski bank tersebut harus tutup. LPS akan mengembalikan uang nasabah asal sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sebetulnya kalau kita mau lihat lebih dalam, di rumah itu justru lebih was-was, kalau di bank ada orang lain menjaga uang kita, kemudian kalau banknya bangkrut ada LPS yang akan menjamin,” terangnya.

Adi meyakinkan bahwa LPS menjamin uang yang disimpan di bank tidak akan hilang saat bank terlikuidasi. “Uang akan dikembalikan maksimal sampai Rp 2 miliar. Misalkan uangnya Rp 3 miliar, akan dikembalikan Rp 2 miliar, sisanya dibayar setelah aset bank terjual. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.