Senin, 23 November 2020

Masjid As Sakinah Dibongkar, Kota Surabaya Terancam Demo Besar

Masjid As Sakinah Dibongkar, Kota Surabaya Terancam Demo Besar

Foto: Di reruntuhan Masjid as Sakinah telah disiapkan 'kuburan' yanymg ditujukan buat para pejabat yang terlibat pembongkaran masjid. (Isa Anshori/jurnalis warga/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com – Pembongkaran Masjid As Sakinah di Balai Pemuda Surabaya masih berbuntut panjang. Kali ini pembongkaran itu menuai protes besar-besaran warga dan tokoh masyarakat Surabaya yang peduli akan Masjid yang berdiri di kompleks Cagar Budaya.

Acara dengan tema “Masjid AS SAKINAH di kompleks cagar budaya BALAI PEMUDA SUROBOYO” wajib dibangun kembali, bila tidak warga dan tokoh masyarakat Surabaya akan terus menerus mengambil sikap tegas, setelah pihak KBRS melaporkan ke Polda Jatim dan Mabes Polri, Jumat (1/12).

Aksi kali ini menuntut Walikota Tri Rismaharini dan Ketua DPRD Surabaya agar mundur dari jabatannya, saat disampaikan oleh Jurnalis Senior Surabaya, Sukoto.

“Bila tuntutan untuk membangun kembali masjid As Sakinah yang telah dibongkar oleh mereka, kita semua perlu merapatkan barisan, sebagai penerus arek Suroboyo kita perlu sikapi serius, agar cagar budaya dan tempat ibadah tidak seenaknya dibongkar, seperti yang sudah terjadi Kantor Radio Bung Tomo hingga saat ini belum ada realisasi membangun kembali,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan Pendidikan Jatim
Isa Anshori juga menyampaikan supaya Masjid As Sakinah dibangun kembali.

“Jika tidak, semua pemuda pemudi kita kumpulkan akan mendemo besar-besaran di Pemkot dan kantor DPRD Surabaya,” ujarnya.

Selain langkah hukum yang ditempuh, perwakilan KBRS Hasanuddin Sakera juga akan menggalang massa lebih banyak dari sekarang, karena kedepan jangan sampai terjadi hal yang serupa terjadi lagi.

“Saya akan kondisikan aksi massa pemuda pemudi Suroboyo untuk rapatkan barisan berunjuk rasa di Pemkot dan DPRD Suroboyo, agar mereka yang berkuasa sekarang tidak seenaknya membongkar cagar budaya dan tempat ibadah, demi kepentingan mereka sendiri. Dan ini adalah bagian dari sejarah Suroboyo,” tegasnya.

Ketua Dewan Kesenian Jatim (DKJ) Taufik Monyong juga berharap agar Walikota dan DPRD Surabaya lebih bijaksana dan menghormati cagar budaya serta tempat ibadah.

“Seharusnya mereka yang menjadi pejabat harus melihat sejarah, cagar budaya, tempat ibadah agar tidak seenaknya bongkar cagar budaya dan tempat ibadah di Surabaya. Saya ini nakal tapi saya kalau mendengar cagar budaya dan tempat ibadah dibongkar saya ada di garis paling depan untuk memperjuangkannya hingga titik darah penghabisan,’ tutupnya.

Dalam aksi ini dihadiri segenap tokoh masyarakat, budayawan, seniman se Surabaya yaitu : Isa Anshori Dewan Pendidikan Jatim, Tjuk Kasturi Sukiadi, Prof Sutanto suphiady guru besar Universitas Airlangga (Unair), Henri Nurcahyo tokoh budaya Surabaya, Didit Ketua Sanggar Alang-alang, Sukoto dan Uzair Zamzami jurnalis senior Surabaya.

Kemudian, Taufik Monyong ketua Dewan Kesenian Jatim (DKJ), Cak kandar seniman lukis, Nashar ketua Bengkel Muda Surabaya, Maymura tokoh ludruk, Nindy tokoh teater Surabaya, Moh Anis pelukis senior Forum Budaya Suroboyo (Desemba Sagita Titaheluw, Farid Syamlan, Rusdi Zaki, Amang Mawardi dan kawan-kawan ), Zainal, Hasanuddin Sakera, Wawan Kemplo selaku perwakilan Tokoh (KBRS).

Juga dihadiri seluruh pemuda pemudi Surabaya yang merespon serta menginginkan agar didirikan kembali masjid As Sakinah bertempat di Balai Pemuda Surabaya yang telah dibongkar oleh Dinas PU PT. Cipta Karya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.