Jumat, 27 November 2020

OJK Larang Masyarakat Investasi di Mata Uang Bitcoin

OJK Larang Masyarakat Investasi di Mata Uang Bitcoin

Foto. Satgas Waspada Investasi OJK larang masyarakat investasi di Bitcoin. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang masyarakat agar tidak tergoda untuk berinvestasi di mata uang virtual Bitcoin yang mengiming-iminginya dengan keuntungan yang fantastis. Menurut OJK, transaksi Bitcoin illegal dan berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing, mengatakan, mata uang virtual untuk investasi ini berpotensi merugikan masyarakat karena perusahaan tersebut mengiming-imingi bunga yang tidak masuk akal. Jika masyarakat ingin berinvestasi, kata dia, lebih baik ke sektor produktif atau ke produk keuangan yang legal.

Sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang, Tongam menjelaskan, satu-satunya alat tukar yang sah adalah mata uang rupiah. Selain itu, lanjut Tongam, investasi Bitcoin atau mata uang virtual lainnya tidak membawa keuntungan bagi negara.

“Investasi yang diharapkan itu untuk pembangunan di Indonesia. Fisiknya ‘kan dia tidak ada,” ujar Tongam di Jakara, Kamis (30/11) yang dirilis republika.co.id.

Menurut Tongam, Satgas Waspada Investasi masih menganalisis beberapa perusahaan yang berpotensi merugikan masyarakat. Tantangan yang dihadapi Satgas adalah banyak entitas yang tidak memiliki badan usaha. Situs Bitcoin yang digunakan pun kebanyakan berasal dari luar negeri.

Sebelumnya, Tongam menjelaskan, beberapa waktu lalu satgas waspada investasi sempat menghentikan perusahaan yang menjual bitcoin dengan dalih investasi. Seperti share profit system (SPS) coin dan Bitconnect.

“Mereka menawarkan jual beli koin, dengan keuntungan 10% setiap harinya. Padahal mana ada keuntungan sebesar itu? Penjual ini juga tidak memiliki izin dan melakukan penghimpunan dana,” jelas dia. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.