Sabtu, 28 November 2020

Pengusaha Harapkan Dirjen Pajak Baru Tidak Buat Takut Wajib Pajak

Pengusaha Harapkan Dirjen Pajak Baru Tidak Buat Takut Wajib Pajak

Foto. Dirjen Pajak yang baru, Robert Pakpahan membawa harapan baru bagi iklim perpajakan nasional.(8/fajar)

Jakarta, Swamedium.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melantik Robert Pakpahan menjadi Dirjen Pajak menggantikan pejabat sebelumnya, Ken Dwijugiasteadi. Di mata pengusaha dan wakil rakyat (DPR). Robert Pakpahan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Direktorat Jenderal Pajak.

Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita melihat, Robert merupakan sosok yang berpengalaman, sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai pengumpul pajak tanpa harus menakut-nakuti wajib pajak, termasuk kalangan pengusaha.

“Orangnya cool, suka senyum, dan mudah dekat. Pengusaha merasa ini figur yang cocok dan tidak menakuti pengusaha,” ucap Suryadi usai pelantikan Robert, Jumat (30/11) yang dirilis CNNindonesia.

Selain itu, dia melihat bahwa Robert punya kemampuan pendekatan yang baik dan adil, sehingga diharapkan bisa merangkul para pengusaha yang selama ini belum patuh membayar pajak.

“Mudah-mudahan, Dirjen ini lebih memperhatikan ekstensifikasi, yaitu pengusaha yang belum jadi wajib pajak. Jadi negara ini ditopang ramai-ramai, bukan pengusaha yang itu saja, dia lagi dia lagi,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia juga melihat bahwa Robert akan mampu memimpin reformasi sistem dan kebijakan perpajakan Indonesia, seperti apa yang dititipkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Demikian pula dengan pengelolaan dan penanganan data pasca program pengampunan pajak (tax amnesty) dan pelaksanaan sistem keterbukaan dan pertukaran informasi secara otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI).

“Sistem teknologi informasi yang baru itu kalau bisa enam bulan selesai, sebelum pelaksanaan AEoI,” pungkasnya.

Sementara dari sisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melihat, Robert merupakan sosok yang paling pas menggantikan Ken Dwijugiasteadi yang memimpin pos pajak dalam setahun terakhir.

Bahkan, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar Misbakhun yakin bahwa Robert mampu menggemukkan kantong pajak walau hanya tinggal sebulan terakhir. Adapun per akhir November 2017, penerimaan pajak baru Rp1.001,2 triliun atau sekitar 78 persen dari target Rp1.283,57 triliun.

“Banyak langkah dari Pak Ken yang tinggal finishing touch (penyelesaian akhir) dan itu bisa diselesaikan Pak Robert, termasuk memperpendek shortfall. Sekarang 78 persen, menurut saya 90 persen penerimaan bisa dicapai oleh Pak Robert,” kata Misbakhun pada kesempatan yang sama.

Adapun keyakinan dari Misbakhun itu dilandasi oleh latar belakang dan kiprah Robert selama ini. Bahkan, Robert pernah didapuk menjadi pemimpin reformasi perpajakan saat pertama kali tim ini dibentuk sekitar 10 tahun yang lalu.

Dari sisi hubungan dengan DPR, dia melihat selama ini Robert mampu berkomunikasi dengan para anggota dewan legislatif, sehingga berbagai pembahasan ketentuan hukum perpajakan diyakini akan berjalan lancar. Misalnya, salah satu aturan yang akan dibicarakan pada tahun depan bersama DPR adalah Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

“Tahun depan kami bahas UU KUP (dengan DJP),” pungkasnya.

Seperti diketahui, Robert usai pelantikan berjanji akan meneruskan dan memperbaiki beberapa program andalan perpajakan Indonesia, serta memperbarui sistem teknologi dan transparansi. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.