Minggu, 29 November 2020

YBM BRI Tanggap Bencana Banjir dan Tanah Longsor Yogyakarta

YBM BRI Tanggap Bencana Banjir dan Tanah Longsor Yogyakarta

Foto: Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia menggelar tanggap bencana di Jogyakarta. (Dok. YBM-BRI)

Jogyakarta, Swamedium.com — Bencana banjir dan tanah longsor terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, Menurut informasi Kepala BPBD Yogyakarta terdapat 29 titik banjir tersebar di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Bantul.

Titik bencana banjir lebih dominan di Kabupaten Gunung Kidul yang mencapai 20 titik dan 9 titik lainnya tersebar merata di kabupaten lainnya. Sebanyak 579 kepala keluarga di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdampak bencana tanah longsor, banjir, dan angin kencang akibat cuaca ekstrem yang dipicu fenomena siklontropis Dahlia.

Merespons hal tersebut, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) turun ke kawasan Kretek, Bantul dan membantu evakuasi survivor banjir dan tanah longsor, memberikan bantuan berupa survivor kit yang berisi selimut, handuk, sarung, mukena, sandal, kotak P3K, pakaian dalam dan perlengkapan lainnya. Menyiasati kebutuhan pangan para survivor yang sulit mengakses makanan.

“Kami hadir untuk meringankan beban survivor bencana, bantuan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan survivor di daerah terdampak. Semoga dapat bermanfaat dan dapat menguatkan mereka ditengah bencana” ujar General Manager YBM BRI, Dwi Iqbal Noviawan melalui rilisnya, Jumat (1/12).

Selain itu, YBM BRI juga memberikan bantuan berupa BiskuNEO. BiskuNEO merupakan biskuit kaya nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi harian, siap santap, mudah didistribusikan dan dapat disimpan sampai dengan tiga tahun. BiskuNEO merupakan inovasi YBM BRI bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT). Total bantuan yang diberikan dalam Tanggap Bencana ini adalah senilai Rp160.776.000,-

Tanggap Bencana adalah salah satu program YBM BRI dalam Berbagi Syiar Rakyat Indonesia yang merupakan salah satu upaya YBM BRI dalam menguatkan dan meringankan beban survivor di daerah terdampak bencana. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.