Sabtu, 28 November 2020

Akibat Robot, 800 Juta Orang Terancam Jadi Pengangguran di 2030

Akibat Robot, 800 Juta Orang Terancam Jadi Pengangguran di 2030

Foto: Penggunaan robot untuk industri kian meningkat. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kehadiran robot yang melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia semakin meningkat, sehingga berimbas menambah jumlah pengangguran. Konsultan bisnis internasional, McKinsey mengungkapkan, sebanyak 800 juta pekerja di seluruh dunia berpotensi kehilangan pekerjaannya pada 2030 akibat robot.

Dalam studi yang dilakukan McKinsey Global Institute yang dilakukan di 46 negara, jumlah pekerja tersebut adalah seperlima dari angkatan kerja secara global. Pekerja di Jerman dan AS yang paling terancam oleh robot.

Dilansir dari BBC, Kamis (30/11), studi tersebut mengungkapkan bahwa operator mesin dan pekerja di bidang pangan dan keuangan akan terkena dampak paling parah dari otomatisasi ini. Seperti, pialang, akuntan, dan beberapa posisi staf kantor.

Sementara itu, pekerjaan dokter, pengacara, guru, dan bartender misalnya akan tidak mudah tergantikan dengan robot. Pekerjaan dengan upah murah seperti tukang kebun dan jasa perawatan rumah juga susah tergantikan oleh robot.

Di AS, menurut survei tersebut, 39-73 juta pekerja bisa digantikan robot pada 2030. Kemudian di Inggris, 20 persen pekerja akan secara otomatis tereliminasi dalam periode yang sama. Bagaimana dengan Indonesia? Belum ada data pasti, namun di industri manufaktur, penggunaan robot terlihat semakin meningkat jumlahnya. (*/maida)

Sumber:Vivanews

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.