Sabtu, 28 November 2020

Ini Prediksi Pengamat Soal Target Penerimaan Pajak 2017

Ini Prediksi Pengamat Soal Target Penerimaan Pajak 2017

Foto. Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Penerimaan paak sampai posisi 30 November baru mencapai Rp 1.001, 2 triliun atau 78% dari target Rp 1.283.6 triliun yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017. Target pajak itu diperkirakan tidak tercapai.

Seperti diketahui, Pemerintahan Jokowi-JK dalam APBNP 2017 mematok penerimaan pajak sampai akhir tahun 2017 mencapai Rp1.283,6 triliun. Namun hingga 30 November 2017, serapan pajak baru mencapai 78% dari target Rp 1.283,6 triliun. Jika dihitung maka penerimaannya mencapai Rp 1.001,2 triliun atau masih kurang Rp282,3 triliun.

Beberapa pengamat menilai target penerimaan pajak hingga akhir tahun ini tidak akan tercapai. Sekalipun Dirjen Pajak telah berganti dari Ken Dwijugiasteadi ke Robert Pakpahan, namun dengan sisa waktu hanya satu bulan lagi maka penerimaan pajak diprediksikan tidak akan sesuai target.

Sebagaimana dirilis Okezone, Jumat (1/12), berikut ini prediksi penerimaan pajak hingga akhir tahun 2017 :

1. Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam memprediksi capaian pajak pada 2017 akan berada di bawah Rp1.283,6 triliun. “Soal capaian pajak tahun ini yang pasti tidak akan tercapai,” ujarnya.

2. Pengamat Perpajakan dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Roni Bako menyatakan, penerimaan pajak hingga akhir tahun akan berada dikisaran 82%-85%. Menurut Roni, hal ini dikarenakan target pajak yang ditetapkan pemerintah terlalu tinggi. Dengan target sebesar Rp1.283,6 triliun itu, maka tiap bulan penerimaan pajak rata-rata sebesar Rp 100 triliun. Menurut Roni, angka itu terlalu tinggi.

“Kalau sekarang kayaknya enggak mungkin tercapai karena yang pertama targetnya ketinggian, 12 bulan berarti kan Rp 100 triliun (per bulan), satu hari berarti Rp5 triliun. Ketinggian, jadi bukan salahnya orang pajak,” ungkapnya.

3. Pengamat Perpajakan Bawono Kristiadji memperkirakan, penerimaan pajak maksimal hanya mencapai 88%.

“Dari target penerimaan pajak sebesar Rp1.283 T di tahun ini, sepertinya sulit untuk tercapai. Dengan waktu yang tersisa, kami memproyeksikan penerimaan max (maksimal) di angka Rp1.135 T atau max 88% dari target. Dengan demikian shortfall minimal sebesar Rp147 T,” ujarnya.

4. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyatakan capaian penerimaan pajak hanya akan menyentuh 90%. Angka ini dinilainya sudah cukup ideal mengingat pertumbuhan ekonomi juga sedang melambat.

“Angka itu cukup moderat ada peningkatan dibanding tahun 2016 yang hanya tercapai 83%. Saya kira kalau dipaksakan 100% akan tidak fluktuatif dan nanti bisa terlalu agresif sehingga mengkontraksi perekonomian,” ungkapnya. (*maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.