Minggu, 29 November 2020

Peserta Baya Reuni 212 Ini Rela Makan Sehari Sekali daripada Jual Akidah

Peserta Baya Reuni 212 Ini Rela Makan Sehari Sekali daripada Jual Akidah

Mulyono menghadiri Reuni Akbar Alumni 212 dengan sepeda ontelnya. (Ivan/Jurnalis Warga Swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Karena panggilan hati, bapak ini menghadiri acara Reuni Akbar Alumni 212.

Mulyono yang kadang sehari hanya makan sekali datang sendirian ke Reuni 212 menggunakan sepeda ontel.

Sepeda ontelnya dihiasi dengan bendera Merah Putih dan sebuah boneka.

Ia tinggal di Jakarta seorang diri. Mulyono tidak ingat tahun berapa ia ke Jakarta, tetapi yang diingatnya saat itu tarif metromini “bayar seratus perak dikembalikan dua puluh lima perak.”

Pada 2000–2005, pria baya asal Pasuruan ini tinggal di kolam renang Bulungan, Jakarta Selatan, sambil bekerja menjadi tukang urut keliling.

Setelah itu, ia ditawarkan untuk menjaga rumah kosong di daerah Kebayoran Lama pada 2005–2010. Ia diberi upah satu juta rupiah per bulan.

Namun, setelah rumah itu diperbaiki dan ditempati kembali, Mulyono berpetualang mencari pasien urut lagi untuk biaya hidup sehari-hari, kadang dapat pasien kadang juga tidak ada sama sekali.

Mulyono tidak memiliki tempat tinggal tetap. Kolong jembatan atau di mana saja menjadi tempatnya bermalam.

Ia enggan menerima pemberian orang karena tidak mau dikira gelandangan atau pengemis. Walaupun kadang sehari makan hanya sekali, itu lebih baik daripada menjual akidah. Bahkan, ia berpuasa sekalipun tak ada makanan untuk sahur. “Itu sudah terbiasa,” tutupnya. (Ivan/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.