Sabtu, 28 November 2020

Dua Pemuda Gaza Ajarkan Parkour di Swedia

Dua Pemuda Gaza Ajarkan Parkour di Swedia

Helsingborg — Pada 2012, dua atlet parkour Gaza meninggalkan rumah demi memulai hidup baru di Swedia.

Mohammed AlJakhbir, atlet parkour Gaza, mengungkapkan kehidupannya dengan parkour, “Parkour merupakan gaya hidup saya. Ini membuat saya mengatasi semua hambatan hidup saya.”

“Saat menghadapi suatu masalah, saya hanya berkata, ‘Ini adalah dinding. Saya ingin melompati dinding ini, dan melompati masalah ini.’ Lalu, saya mencoba sekali, dua kali, tiga kali hingga saya mendapatkan tujuan saya. Karena, parkour memberi saya harapan.”

Sementara itu, atlet parkour yang lainnya, Ahmad Matar (20), bercerita dari awal, “Ketika saya memulai parkour, keluarga saya berubah pikiran tentang saya. Dan mereka mulai bangga akan saya karena apa yang saya lakukan itu sangat sulit dan berbahaya. Itu membuat saya sangat senang karena saya telah membuat keluarga saya bahagia atas apa yang saya lakukan. Satu-satunya yang saya rasakan di dalam darah saya ialah parkour.”

Ahmad melanjutkan, “Saya mulai mengajarkan parkour saat saya masih berada di Gaza dua tahun lalu. Saya tidak mengira bagaimana saya akan mengajarkannya di sini, di Swedia.”

“Namun, ketika memutuskan untuk melakukannya, sebulan kemudian, saya berhasil melakukannya. Dan lebih dari 80 anak datang untuk mencoba parkour bersama saya. Saya melakukannya bersama mereka dengan sangat baik. Dan mereka menikmati kelas bersama saya. Itu membuat saya sangat senang.”

Mohammed menyatakan tentang kondisi parkour di Gaza, “Sebagian besar atlet parkour di Gaza masih membahas tentang gimnasium, tempat di mana mereka dapat berlatih.”

Ahmad menambahkan, “Karena tanpa suatu tempat atau peralatan yang aman, belajar parkour sangat sulit. Saya ingin membangun suatu tempat seperti gimnasium di Gaza agar dapat mengajarkan parkour di sana.” (*/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.