Sabtu, 28 November 2020

Harga Rusun di Stasiun Tak Sampai Setengah Harga Apartemen Komersial

Harga Rusun di Stasiun Tak Sampai Setengah Harga Apartemen Komersial

Foto. Rumah susun MBR akan hadir di stasiun Pondok Cina, Tanjung Barat, Senen dan Manggarai. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Harga rumah susun (rusun) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang akan dibangun di stasiun tak sampai setengah harga apartemen komersial yang juga akan dibangun di lokasi sama. Dengan perbedaan harga signifikan, spesifikasi bangunan dan fasilitasnya disebut berbeda dengan yang komersial.

Seperti diketahui, pemerintah akan membangun rusun yang langsung diintegrasikan dengan stasiun kereta api di beberapa lokasi di Jakarta, seperti Pondok Cina, Tanjung Barat, Manggarai dan Senen.

Pemerintah menunjuk PT Wika Gedung Tbk sebagai pengembang proyek Transit Oriented Development (TOD) yang akan membangun proyek di Manggarai dan Senin. Sedangan pembangunan di Pondok Cina dan Tanjung Barat dilakukan oleh Perumnas.

Direktur HC, Properti, dan Pengembangan Wika Gedung Nur Al Fata menjelaskan, harga rumah susun untuk MBR pastinya akan jauh lebih murah dibandingkan apartemen komersial yang sama-sama akan dibangun baik di Stasiun Senen maupun Manggarai. Harganya bahkan bisa kurang dari setengah harga apartemen komersial.

“Untuk rusun MBR itu kan ada aturannya, kalau tidak salah DKI Jakarta Rp9,3 juta per m2. Tapi Bu Rini kan mintanya harga mulai dari Rp7 juta per m2. Komersial belum ada harganya tapi kemungkinan dua kali harga rusun bahkan bisa lebih,” ujar Al Fata yang dirilis CNNIndonesia.com, Jumat (1/12).

Dengan perbedaan harga yang signifikan, menurut Al Fata, spesifikasi antara rusun MBR dan apartemen komersial tentu akan berbeda. Perbedaan fasilitas antara lain, menurut dia, akan terlihat dari penyediaan parkir dan kolam renang.

“Kalau rusun MBR tentu tidak ada parkir untuk mobil, hanya motor. Kolam renang juga tidak ada. Kemudian dari sisi materialnya juga tentu akan ada perbedaan,” jelas dia.

Pada proyek TOD di Stasiun Senen, pihaknya berencana membangun tiga tower rusun dan apartemen komersial di lahan seluas 8,6 ha. Dari tiga tower tersebut, satu tower diperuntukkan untuk membangun 450 unit rusun, sedangkan dua tower akan dibangun 1.100 unit apartemen komersial.

Adapun proyek TOD di Stasiun Manggarai, menurut dia, akan dibangun di lahan seluas 20 ha. Saat ini master plan proyek ini pun masih disusun. Namun, ia memastikan sedikitnya 20 persen TOD akan dibangun dalam bentuk rusun MBR.(*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.