Sabtu, 28 November 2020

Ini Alasan Kenapa Jenderal Gatot Nurmantyo Dijagokan Jadi Ketua MES

Ini Alasan Kenapa Jenderal Gatot Nurmantyo Dijagokan Jadi Ketua MES

Foto. Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo masuk bursa kandidat Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah periode 2018-2020. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk bursa calon Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2018-2020 untuk menggantikan posisi Muliaman Hadad. Gatot dijagokan karena dinilai dekat dengan kalangan Islam dan Presiden Jokowi.

Selain Jendral Gatot, kandidat lainnya adalah Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau yang dikenal dengan nama Tuan Guru Bajang.

Ketua Bidang V MES, Muhammad Sakir Sula mengatakan, MES telah mengonfirmasi kesediaan Gatot maupun Wimboh menjadi kandidat Ketua Umum MES periode 2018-2020.

“Gatot Nurmantyo beliau belum tahu MES itu apa. Kalau Islam oke, kita perlu masukan untuk menimbang. Yakin dipimpin jenderal perang. Sedangkan Wimboh belum memastikan, perlu diskusi,” kata Sakir Sula belum lama ini yang dirilis tribunnews.

Sedangkan nama Tuan Guru Bajang diusulkan lantaran dinilai berhasil mengembangkan Lombok sebagai wisata syariah yang mendunia.

Alhasil, NTB berhasil menyabet World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination 2015. “Tuan Guru Bajang enggak ada yang complain, yang jadi pertimbangan karena dia wakil ketua demokrat,” imbuh dia.

Nama Muliaman D Hadad sempat dimunculkan namun meredup. Muliaman yang masih menjabat Ketua Umum MES ini, menolak lantaran segera menjadi Duta Besar RI untuk Swiss.

Muliaman bakal terbang ke Swiss pada Februari 2018, menggantikan Kepala Perwakilan Linggawaty Hakim. “Muliaman sudah enggak mau karena mau jadi dubes Swiss,” imbuh dia.

Formatur yang akan memilih Ketua Umum MES baru pengganti Muliaman Hadad.Adapun sembilan tim formatur yang terpilih dalam munas terdiri dari Syahrial Abbas, Muhammad Hudaya, Sulaiman Wasahua, Yodi Izharivan, KH Ma`ruf Amin, Sugiharto, Muliaman D. Hadad, Firdaus Djaelani, dan Muhammad Syakir Sula.

Seperti diketahui, MES adalah organisasi independen, dan tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik atau Ormas tertentu, namun harus tetap menjalin kerjasama agar dapat diterima semua pihak. MES bertujuan untuk membantu menyosialisasikan dan mengembangkan sistem ekonomi syariah di Indonesia.

MES didirikan pada 2001 oleh perorangan, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, lembaga kajian dan badan usaha yang tertarik untuk mengembangkan ekonomi syariah. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.