Senin, 23 November 2020

Ini Kata ‘Kabayan Zaman Now’ Soal Citarum Harum

Ini Kata ‘Kabayan Zaman Now’ Soal Citarum Harum

Foto: Seniman Bandung, Tisna Sanjaya, merepresentasikan dirinya sebagai Kabayan Zaman Now, tokoh legenda yang sudah berpikiran maju yang mampu mengedukasi warga. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Seniman Bandung, Tisna Sanjaya mengatakan, kondisi sungai Citarum saat ini sudah sangat kronis. Karena itu, kegiatan menjaga tanah dan air agar Citarum Harum kembali tidak boleh dilakukan secara parsial.

“Sistem harus bekerja, kalau tidak akan sia-sia. Dan biar kami sebagai seniman yang bergerak dengan gerakan kultur dan budaya,” kata Tisna kepada wartawan di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Ahad, (3/12).

Dalam giat Citarum Harum, Kang Tisna nanti akan merepresentasikan dirinya sebagai ‘Kabayan Zaman Now’, tokoh legenda yang sudah berpikiran maju, mampu mengedukasi warga.

“Tidak lagi pasea dengan Abah, pasea dengan Ambu, dan sare wae,” katanya.

Tisna yakin bila ada upaya dari semua pihak pemerintah dengan stakeholder, ahli, dan seniman, apa yang diharapkan bersama dalam giat Citarum Harum pasti bisa diwujudkan.

Dijelaskan Tisna, saat ini pencemaran air Sungai Citarum sudah sangat parah. Menurutnya, sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh warga.

“Cigondewah mengalirkannya ke Citarum. Baunya sudah sangat menyengat. Itu kandungannya udah jadi racun,” ungkapnya.

Walaupun kandungan air Citarum sudah parah, giat Citarum Harum yang digagas Pangdam III Siliwangi patut diapresiasi.

“Bagi saya selalu ada harapan, pertama warga harus terlibat, dari agamawan, budaya nya. Para ahli, TNI, Polri dan sebagainya, termasuk pemerintah,” tegasnya.

Bila semua yang berkompeten terkait kelestarian Citarum sudah bersatu padu, maka segera bekerja jangan hanya jadi wacana.

“Bagi saya harus ada progres setiap bulannya. Progres setiap tahunnya. Hasilnya harus seperti yang direncanakan,” ujarnya.

“”Jangan dugces dugces teh, kaditu, poho dei (jangan rame atau menggebu-gebu di awalnya saja, setelah itu, lupa),” ungkap Tisna.

Tisna yakin, semua upaya yang mengharap kebaikan untuk semua pasti akan sukses.

Keyakinan itu, ada dalam diri Tisna karena pernah melihat secara langsung di China telah sukses memperbaiki kondisi sungai yang sudah tercemar.

“Saya ikut hadir di sana, di Guang Zhou dalam giat Binnal. Nama sungainya saya lupa,” tutupnya. (Ris)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.