Minggu, 29 November 2020

Malam Ini, Fenomena Supermoon Terlihat dengan Mata Telanjang

Malam Ini, Fenomena Supermoon Terlihat dengan Mata Telanjang

Foto: Pada Ahad (3/12) malam, Bulan berada jarak terdekat dengan Bumi. Dan saat itu, Bulan akan terlihat lebih besar dan terang yang disebut sebagai Supermoon. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Supermoon adalah istilah populer untuk menyebut purnama yang posisi orbit Bulan sedang berada di jarak tedekat dengan Bumi. Dan Ahad (3/12) malam nanti kita akan bisa menyaksikannya dengan mata telanjang.

Meski begitu, Supermoon ini akan terlihat jelas pada Ahad malam nanti menjelang Senin (4/12) pagi jika langit benar-benar bersih tanpa awan (mendung).

Dalam fenomena Supermoon ini, Bulan diprediksi akan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya.

Dilansir National Geographic, Selasa (21/11) lalu, supermoon ini nantinya akan bersanding dengan rasi bintang Taurus (banteng).

Seiring Bulan mengelilingi Bumi setiap bulan, ada satu titik di setiap siklus di mana Bulan berada pada jarak paling dekat (perigee) dan paling jauh (apogee). Dan Supermoon ini terjadi saat Bulan berada pada titik perigee.

“Bulan purnama terjadi di sepanjang orbit Bulan, namun ketika Bulan purnama terjadi dalam keadaan perigee, ia terlihat sedikit lebih besar dan terang daripada Bulan purnama biasanya,” kata spesialis pendidik teknologi di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, Lyle Tavernier.

Dengan menutupi bulan dengan ibu jari, kita juga bisa melihat bintang Aldebaran, sebuah bintang raksasa berwarna oranye yang berusia 65 tahun cahaya.

Secara teknis, ini akan menjadi supermoon keempat tahun ini dan merupakan satu-satunya yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Supermoon terakhir, terjadi pada November 2016 lalu.

Menurut NASA, fenomena ini tidak akan mengguncang seperti waktu itu, namun Bulan akan tetap 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang.

Bulan akan dapat terlihat dekat dan lebih besar dari Bumi dengan mata telanjang, namun jangan berharap terlalu banyak.

“Ingat bahwa Bulan terlihat membesar 14 persen tidak akan membuatnya tampak jauh lebih besar jika diukur dengan ujung kuku jari,” ujar Tavernier.

Jarak Bulan yang semakin dekat dengan Bumi ini juga akan membawa dampak signifikan pada pasang surut air laut. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.