Sabtu, 28 November 2020

Selain Kejar Setoran Pajak, Ini Tugas Berat Dirjen Pajak yang Baru

Selain Kejar Setoran Pajak, Ini Tugas Berat Dirjen Pajak yang Baru

Foto. Dirjen Pajak Robert Pakpahan mendapat tugas berat untuk mengejar target setoran pajak hingga melanjutkan reformasi perpajakan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan yang baru saja dilantik mendapat tugas berat untuk membangun kepatuhan pajak dan meraih kepercayaan publik. Institusi pajak yang bekerja kredibel, akuntabel dan profesional akan meminimalkan kebocoran pajak sekaligus mampu menjerat wajib pajak yang ‘nakal’.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, salah satu tantangan yang harus dijawab oleh Robert adalah mengejar para wajib pajak (WP) yang bandel.

“Fokus pada mereka (WP) yang ‘memilih di luar sistem dan tidak membayar pajak’ perlu menjadi prioritas,” ujarnya, di akhir pekan yang dirilis republika.co.id.

Untuk mengajar para wajib pajak yang bandel ini, kata Yustinus, Ditjen Pajak perlu membangun sistem terintegrasi. Sistem ini menggabungkan identitas dan aktivitas para wajib pajak sehingga lebih mudah terpantau. Setelah itu, dibutuhkan penegakan hukum yang menimbulkan efek jera bagi mereka yang berusaha menghindar dari kewajiban membayar pajak.

Dalam upaya membangun kepatuhan pajak dan meraih kepercayaan publik, sambung Yustinus, Robert harus mampu membuktikan bahwa institusinya bekerja secara kredibel, akuntabel dan profesional. Ia juga dituntut mengedepankan program dan tindakan yang moderat, terukur, profesional, dan melakukan konsolidasi internal.

“Hal ini didasarkan pada fakta dibutuhkannya situasi yang kondusif bagi stabilitas dan pemulihan dan perekonomian, termasuk mengurangi gejolak dan tekanan politik,” kata dia.

Selain itu, Yustinus mengatakan, Robert memiliki PR untuk melanjutkan agenda reformasi pajak, yang mencakup perbaikan kebijakan dan regulasi, perbaikan administrasi, manajemen sumber daya manusia dan proses bisnis.

Ia juga berharap, Dirjen Pajak yang baru mampu dapat menjalin komunikasi yang efektif dan membangun kerja sama yang sinergis dengan para pemangku kepentingan terkait, mulai dari institusi pemerintah lain, asosiasi usaha, konsultan pajak, akademisi, hingga masyarakat sipil. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.