Sabtu, 28 November 2020

Alat Bukti Lemah, Majelis Hakim Alfian Tanjung Diminta Tolak Tuntutan JPU

Alat Bukti Lemah, Majelis Hakim Alfian Tanjung Diminta Tolak Tuntutan JPU

Foto: Kuasa Hukum Ustadz Alfian Tanjung, Abdullah Al Katiri mengajukan keberatan atas masih dipakainya barang bukti yang telah usang oleh Jaksa Penuntut Umum. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com – Kuasa hukum Ustad Alfian Tandjung Abdullah Alkatiri menilai tuntutan dari JPU dalam kasus yang dihadapi kliennya tak berdasar dan mentah dasar hukumnya.

“Yang diajukan barang buktinya tidak mendasar karena berdasarkan flash disk yang diajukan oleh JPU. Padahal flash disk tersebut tak layak disebut barang bukti karena tak melalui uji forensik dari pihak kepolisian,” ungkapnya di PN Surabaya, Senin (4/12).

Alkatiri mengatakan dalam UU kepolisian diketahui alat bukti yang sah harus dilakukan uji forensik namun kenyataannya flash disk yang digunakan oleh jaksa tak melalui uji forensik.

“Lemah sekali alat bukti dari JPU tersebut,” sambungnya.

Tak hanya itu, Alkatiri mengatakan, untuk saksi yang diajukan juga tak beralasan karena saksi ahli diajukan setelah ada penetapan tersangka.

”Ini sudah tak masuk akal sehingga kami minta majelis hakim menolak tuntutan dari JPU tersebut,”jelasnya.

Alkatiri menambahkan begitu juga pasal yang dijeratkan kepada kliennya juga tak mendasar.

”Kalau dijerat dengan pasal ujaran kebencian tak mendasar. Apalagi tak ada korban dalam kasus tersebut,” tandasnya. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.