Jumat, 27 November 2020

Perusahaan Tambang Australia Kendala Baru di Divestasi Saham Freeport

Perusahaan Tambang Australia Kendala Baru di Divestasi Saham Freeport

Foto. Pemerintah akan setop izin Freeport di tahun 2021 bila nego skema divestasi mandeg.(*)

Jakarta, Swamedium.com – Pembahasan divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) mundur hingga akhir tahun ini. Pemerintah dan PTFI menemui kendala baru, yaitu adanya hak partisipasi dalam pengoperasian PTFI yang dimiliki oleh perusahaan tambang asal Australia, Rio Tinto.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menjelaskan, saat ini pemerintah dan Freeport sedang membahas bagaimana penyelesaian divestasi saham dengan Rio Tinto. Akibatnya, pembahasan divestasi yang semestinya bisa selesai cepat, jadi mundur hingga akhir tahun ini.

“Rio tinto punya participation interest. Nah itu yang lagi dirundingkan, penyelesaiannya gimana, bentuknya gimana. Itu (alasannya) yang kenapa kita agak mundur,” ujar Harry di Kantor Kementerian BUMN, Senin (4/12).

Rio Tinto merupakan perusahaan tambang asal Australia yang memiliki participation interest terhadap Freeport Indonesia sebanyak 40 persen. Freeport Indonesia dan Rio Tinto mempunyai kesepakatan pada tahun 1990-an. Keduanya memiliki perjanjian mengenai pendanaan dan pengoperasian hingga 2021.

Harry mengatakan saat ini sudah ada tim di bawah kementerian BUMN dan kementerian Keuangan yang membahas persoalan Rio Tinto. Targetnya, pembahasan soal Rio Tinto dan skema divestasi bisa selesai akhir tahun nanti.

“Saya belum bisa menjelaskan secara rinci, karena masih pembahasan. Tapi pembahasan saya kira bisa selesai segera. Jadi 2018 kita bisa lakukan divestasi,” ujar Harry.

Saat ini, pemerintah juga sudah menyiapkan pembentukan holding BUMN tambang yang dipimpin PT Inalum sebagai persiapan untuk mengambil alih saham PTFI tersebut. (*/maida)

Sumber: republika.co.id

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.