Senin, 23 November 2020

Fahira Ungkap Dugaan Penistaan Agama, Wasekjen MUI: Diverifikasi Dulu lah

Fahira Ungkap Dugaan Penistaan Agama, Wasekjen MUI: Diverifikasi Dulu lah

Foto: Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan. (Republika)

Jakarta, Swamedium.com – Dugaan kasus penistaan agama yang diungkap Senator Jakarta Fahira Idris dalam unggahan di akun media sosial Twitternya, disebutkan akan dilanjutkan hingga proses hukum.

Namun, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan berpendapat, agar kasus tersebut diverifikasi terlebih dahulu sebelum berlanjut ke proses hukum.

“Pertama harus diverifikasi dulu lah kepada yang bersangkutan apakah benar seperti itu. Karena dia harus bertanggung jawab atas ungkapannya,” ujar Amirsyah, seperti dikutip Republika, Selasa (5/12).

Amirsyah berharap, jangan sampai terjadi penyebaran kebencian atau hate speech akibat unggahan tersebut. Nantinya jika telah terkumpul bukti dan fakta hukumnya, maka kewenangan yang bersangkutan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau mau dibawa ke jalur hukum, ya itu kewenangan yang bersangkutan dan kita menghormati proses hukum yang ada. Kita tidak punya hak untuk menyatakan dihentikan atau apa karena itu hak-hak hukum beliau,” tutur Amirsyah.

Diketahui, akun @dhefhoyama telah menyatakan permintaan maafnya dan memohon ampun atas cuitannya tersebut. Menurut Amirsyah, jika pelaku telah meminta maaf, perlu dimintakan pernyataannya di atas materai dan disebarkan melalui media.

“Kalau sudah meminta maaf, suruh bikin pernyatahan di atas materai lalu sebarkan di media. Dan minta dia berjanji untuk jangan diulangi lagi,” ujar Wasekjen MUI tersebut.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berbicara kalau tidak ingin terseret kasus hate speech atau ujaran kebencian.

“Berhati-hatilah dalam berbicara. Ada banyak hal yang bisa diomongkan tapi kenapa yang dipilih kok omongan sembarangan,” ucap Amirsyah. (*/ls)

Sumber: Republika

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.