Rabu, 02 Desember 2020

Kasus Penistaan Agama oleh @Dhefhoyama, FPI Utus Badan Hukum Front

Kasus Penistaan Agama oleh @Dhefhoyama, FPI Utus Badan Hukum Front

Foto: Ketua Persaudaraan alumni 212, Ustadz Slamet Maarif. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Kasus penistaan agama kembali terjadi di Indonesia. Kasus ini terungkap setelah Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mencuitkan di akun media sosial Twitternya soal penistaan agama yang dilakukan oleh pemilik akun @Dhefhoyama, Ahad (3/12).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Front Pembela Islam Slamet Maarif meminta kepolisian untuk menegakkan hukum bagi semua kasus penistaan agama.

“Ini akibat ketidaktegasan kepolisian, tebang pilih dalam penanganan kasus pelecehan agama. Sehingga semakin masif ujaran kebencian dan pelecehan terhadap Islam,” kata Slamet Maarif di Jakarta, Selasa (5/12).

Menurut Ketua Presidium Alumni 212 itu, pihak kepolisian dinilai lamban menangani setiap laporan jika terkait penistaan agama Islam. Bahkan, kata dia, kepolisian terkesan melindungi beberapa kelompok tertentu yang melakukan ujaran kebencian.

“Tegakkan semua proses hukum untuk kasus penistaan agama,” tukas Slamet.

Mengenai proses hukum yang akan dilakukan oleh Fahira Idris kepada pemilik akun Twitter @Dhefhoyama tersebut, Slamet Maarif menegaskan, pihaknya mendukung tindakan tersebut. Bahkan FPI akan mengirimkan tim Bantuan Hukum Front (BHF) untuk menangani kasus tersbeut.

“FPI pasti mendukung. Kami akan kirim tim BHF untuk bantu proses pelaporan dan pengawalan,” tegas Slamet. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.