Minggu, 29 November 2020

Sekilas Empat Fakta tentang Yaman

Sekilas Empat Fakta tentang Yaman

Sana’a, Swamedium.com — Situasi di Yaman, negeri yang lumpuh karena perang, berubah dramatis pada Senin (4/12) dengan tewasnya Ali Abdullah Saleh, seorang mantan presiden.

Saleh dibunuh oleh pemberontak syi’ah Hutsi Yaman saat konvoinya diserang dalam perjalanan dari Sana’a ke Sanhan.

Ada empat fakta yang mungkin tidak Anda ketahui tentang Yaman dan situasi politiknya. Berikut ini sekilas ulasannya.

Dari mana istilah Hutsi berasal?
Dinamakan Hutsi karena mereka mengikuti seorang pemimpin suku di utara, yakni Abdul Malik al-Hutsi.

Keluarganya mulai mengkritisi pemerintah Yaman pada 1990-an karena beraliansi dengan Arab Saudi dan Amerika Serikat; menuntut pembagian pembangunan dan suara politik yang lebih adil di Yaman.

Apa yang kelompok Hutsi inginkan?
Pendiri pemberontak Hutsi modern, Badr-eddin Hutsi, dibunuh oleh pasukan rezim Saleh pada 2004. Saat itu Saleh menjabat sebagai presiden Yaman.

Pemberontak syi’ah Hutsi berpartisipasi dengan warga Yaman dalam Arab Spring 2011 (revolusi Arab, baik dengan kekerasan atau protes damai, yang terjadi di negara-negara Arab di Afrika Utara dan Asia Barat) untuk menuntut mundurnya Saleh sebagai presiden.

Dewan kooperasi Teluk (GCC) menegosiasikan penyelesaian pemberontakan rakyat, mempertahankan Saleh sebagai presiden. Jabatannya berakhir pada 2012.

Pada 2014, pemberontak Hutsi bersekutu dengan Saleh dan mengambil alih Ibu Kota Sana’a.

Mereka menuntut peran lebih besar dalam pemerintahan dan kesempatan menyatakan pendapat untuk konstitusi yang baru. Mereka mengajukan rencana membagi negara menjadi enam wilayah federal.

Apakah zaydiyyah itu?
Zaydiyyah, yang dianut oleh pemberontak Hutsi, adalah suatu sekte syi’ah yang diikuti oleh 35 persen warga Yaman.

Sekte syi’ah ini dekat dengan Islam. Ia tidak sama seperti bentuk syi’ah republik syi’ah Iran.

Tidak semua zaydi mendukung pemberontak Hutsi.

Perang Yaman bukanlah perang agama, meskipun kedua pihak yang bertikai sama-sama mengklaim bahwa tuhan berada di pihaknya masing-masing.

Dalam sejarah praislam, Yaman merupakan bagian dari Kerajaan Persia selama berpuluh-puluh tahun.

Bagaimanakah Yaman sekarang?
Yaman adalah negara Arab termiskin di dunia. 27 juta warganya memiliki harapan hidup terendah di region.

Hancur karena perang, Yaman merupakan rumah bagi krisis kemanusiaan terbesar di dunia menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Konflik dan efek ekonominya menyebabkan kerawanan pangan terbesar di dunia, yakni lebih dari 17 juta orang kekurangan makanan. 6,8 juta di antaranya sangat kekurangan makanan dan perlu bantuan sesegera mungkin. (Pamungkas)

Sumber: Al Jazeera

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.