Jumat, 27 November 2020

Selamatkan Anak Cucu, Heppy Ajak Hijrah ke Sistem Ekonomi Islam

Selamatkan Anak Cucu, Heppy Ajak Hijrah ke Sistem Ekonomi Islam

Foto. Umat Islam harus meninggalkan sistem ekonomi konvensional ke sistem ekonomi Islam agar bangkit dari kemiskinan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Heppy Trenggono mengajak umat Islam dan pengusaha muslim berjuang untuk mengembangkan sistem Ekonomi Islam dengan meninggalkan sistem ekonomi konvensional. Bila tidak segera berbenah, yang akan jadi korban adalah anak dan cucu nanti.

Heppy mengatakan, tidak seharusnya negara dengan kekayaan alam melimpah dan penduduk mayoritas negeri ini menganut agama Islam, tetapi yang dibicarakan adalah nasib ekonomi umat Muslim. Dia mengaku, cukup aneh dengan fenomena tersebut.

“Ini tak masuk akal,” ujar Heppy Trenggono saat menjadi salah satu pembicara pada workshop bertema “Meninggalkan Riba Secara Berjamaah” kata Heppy yang dirilis republika.co.id.

Heppy melanjutkan, apabila pengusaha Muslim Indonesia tidak segera berbenah, maka akan kehabisan waktu. Yang akan menjadi korban selanjutnya adalah anak keturunan umat Islam di Indonesia. Hal ini, menurut dia, tidak boleh terjadi dan harus segera dihentikan.

Dia melanjutkan, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia, pengusaha Muslim Indonesia juga belum cukup mampu bersaing di negerinya sendiri.

Bahkan untuk ekspor sendiri, ungkap dia, Indonesia masih kalah dengan negara Singapura, sebuah negara yang hanya memiliki wilayah seluas Jakarta. Menurut data tahun 2010, ekspor Indonesia hanya setengah dari jumlah ekspor negeri Singa itu.

Padahal jika diperhatikan, kata Heppy, Singapura tidak memiliki kekayaan alam, tidak memiliki tambang Freeport, dan tidak memiliki sumber daya manusia yang melimpah seperti Indonesia.

Mengapa kita tak mampu bersaing?

“Bangsa kita, khususnya Umat Islam, tidak membangun karakter untuk menjadi sebuah negara pemenang,” ungkap Heppy.

Ketertinggalan di bidang ekonomi ini akan merambah ke ranah agama. Heppy mencontohkan, Filipina yang dahulu 95 persen masyarakatnya beragama Islam. Namun saat ini yang Islam tinggal 10 persen saja. Penyebabnya, antara lain karena umat Islam tidak berjuang mengembangkan ekonominya. Umat Islam lebih memilih sistem ekonomi yang dikembangkan non Islam atau sistem ekonomi konvensional.

Selain Heppy, Pengusaha asal Mesir, Syaikh Mahmoud Ahmed juga mengimbau agar umat Islam menghidupkan ekonominya. Islam sejak dahulu sudah mengajarkan tentang ekonomi Islam. Bahkan di dalam Al-Quran banyak disinggung soal sistem ekonomi, seperti misalnya Al-Quran berbicara soal zakat.

Selain di dalam Al-Quran, kajian soal zakat juga dibahas di dalam hadits-hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Untuk menghindari kejatuhan sistem ekonomi Islam semakin dalam, Syaikh Ahmed memberikan beberapa solusi.

Pertama, umat Islam harus menstabilkan antara pendapatan dan infak.

Kedua, umat Islam harus mengurangi beban utang. Sebab, orang-orang kafir akan sangat senang umat Islam memiliki hutang banyak.

Ketiga, umat Islam dari golongan kaya harus mendistribusikan hartanya untuk orang miskin apapun bentuknya. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.