Sabtu, 28 November 2020

Umat Muslim Diharuskan Pakai Atribut Natal, MUI: Pemerintah Harus Menindak

Umat Muslim Diharuskan Pakai Atribut Natal, MUI: Pemerintah Harus Menindak

Foto: Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin. (Republika)

Jakarta, Swamedium.com – Menjelang perayaan natal oleh umat Nasrani yang jatuh pada 25 Desember, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram terhadap penggunaan atribut non-Muslim untuk umat Islam. MUI pun meminta pemerintah menindak pihak-pihak yang mengharuskan karyawan Muslim mengenakan atribut non-Muslim.

Penegasan MUI tersebut seiring maraknya fenomena saat peringatan hari besar agama non-Islam terdapat kaum Muslimin yang diharuskan menggunakan atribut dan/atau simbol keagamaan non-Muslim.

“Pemerintah wajib mencegah, mengawasi dan menindak pihak-pihak yang membuat peraturan yang sifatnya memaksa dan menekan pegawai Muslim untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama seperti aturan dan pemaksaan penggunaan atribut keagamaan non-Muslim,” tegas Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin, Senin (4/12).

Biasanya, pusat perbelanjaan dan gedung-gedung di ibu kota, marak dihiasi dengan ornamen dan atribut perayaan Natal. Salah satunya, penggunaan atribut Natal seperti topi sinterklas.

“Menggunakan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin mengatakan, fatwa haram telah dikeluarkan MUI seiring dengan maraknya fenomena memeriahkan kegiatan keagamaan non-Islam oleh sebagian pemilik usaha seperti hotel, supermarket, department store, restoran, dan lain sebagainya,

“Bahkan kantor pemerintahan, ada yang mengharuskan karyawan Muslimnya untuk menggunakan atribut keagamaan dari non-Muslim,” ungkap dia. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.