Jumat, 27 November 2020

Ragukan Janji Freeport, DPR: Kita Lihat Sampai Kiamat

Ragukan Janji Freeport, DPR: Kita Lihat Sampai Kiamat

Foto: Ilustrasi Freeport. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Komisi VII DPR RI tak puas dengan paparan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan soal PT Freeport Indonesia. Wakil rakyat meragukan keseriusan Freeport memenuhi semua komitmennya dengan Pemerintah Indonesia, seperti divestasi 51% saham dan pembangunan smelter.

Seperti dirilis media pada Selasa (5/11), Anggota Komisi VII DPR RI memberondong Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan beragam pertanyaan tentang divestasi dan pembangunan smelter. Freeport Indonesia dinilai tidak serius merealisasikan janjinya setelah dilakukan kesepakatan dengan pemerintah.

“Pak Menteri apakah pemerintah yakin dapat menguasai saham Freeport 51%?”, tanya Eni Maulani Saragih, politisi Partai Golkar di ruang rapat Komisi VII Nusantara I Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (05/12) yang dikutip teropongsenayan.

Eni mengaku pesimistis dengan komitmen yang diumbar Freeport terhadap pemerintah Indonesia. Sebab janji maupun rencana pembangunan smelter di Gresik yang sudah berlangsung 2,5 tahun saja nyaris belum ada perkembangan yang nyata.

“Di Gresik misalnya, yang katanya akan dibangun smelter, namun saat Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kab, Gresik pekan kemarin, belum ada tanda-tanda akan dibangun smelter,” sindirnya.

Seharusnya, menurut Eni, kelambatan pembangunan smelter bisa menjadi salah satu alasan yang dapat digunakan untuk menilai konsistensi Freeport dalam memenuhi janjinya kepada pemerintah.

“Karena kekayaan alam di Papua adalah milik bangsa Indonesia. Jika ingin melakukan eksplorasi dan penambangan waktu kerja sama eksplorasi, Freeport seharusnya memiliki itikad baik dalam merealisasikan janjinya. Sehingga wajar jika kita menjadi ragu karena sikap dan langkah yang dilakukan Freeport tidak seia dan sekata,” tandasnya.

Senada dengan Eni, Mercy C Barends mengungkapkan seharusnya syarat divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia tidak ada kaitannya dengan pembangunan smelter. Namun anehnya justru pemerintah seperti mengaitkannya sehingga justru akan merugikan pihak Indonesia.

Tidak Yakin

Anggota Komisi VII DPR RI Harry Poernomo mengaku tidak yakin Freeport bisa benar-benar membangunkan smelter.

“Kita lihat saja apakah sampai kiamat nanti Freeport benar akan membangun smelter atau tidak,” ujar Harry yang juga politisi Partai Gerindra ini.

Anggota Komisi VII DPR RI Aryo Djojohadikusumo menyatakan, anggota DPR tidak puas atas paparan Freeport tentang smelter dan divestasi. Oleh karenanya, DPR akan mengagendakan pemanggilan kembali pihak Freeport.

Politisi dari Partai Gerindra ini mengaku tidak puas terhadap paparan tentang perkembangan terkini pembangunan smelter. Menurutnya, hampir tidak ada kemajuan sejak direncanakan 2,5 tahun lalu.

Adapun soal divestasi, sambungnya, belum ada paparan mengenai harga yang dipatok oleh Freeport McMoran atas divestasi saham PTFI sebesar 41.64% yang belum dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

“Itu rencananya penghitungan harga selesai pada Desember 2017. Maka akan kita jadwalkan lagi rapat dengan Dirjen Minerba dan PTFI untuk mendapat paparan tentang divestasi,” kata dia.
Yang jelas, Aryo menegaskan, DPR belum mendapatkan paparan atau penjelasan proses divestasi yang bisa diterima oleh rakyat Indonesia. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.