Monday, 26 August 2019

Mengenal Komunitas Punk Muslim Surabaya

Mengenal Komunitas Punk Muslim Surabaya

Foto: Komunitas Punk Muslim Surabaya. (Yetty Hutagalung/jurnalis warga/swamedium)

“Saat itu Punk Muslim Jakarta sempat vakum, karena Zaky kerap pergi keluar kota sehingga aktifitas dakwahnya agak berkurang. Secara kebetulan pada tahun 2014, Zaky menginap dirumah saya dan menceritakan bagaimana perkembangan komunitas Punk Muslim disana.”, ungkap ayah 3 anak ini.

Keinginannya untuk bergabung di komunitas Punk Muslim ini sebetulnya telah menjadi impian Ayik sejak lama, mengingat dia sendiri adalah eks punkers. Gayung pun bersambut, setelah mendapatkan informasi dari Zaky mengenai kondisi komunitas Punk Muslim di Jakarta, Ayik pun meminta ijin kepada Zaky untuk bisa membuka Komunitas Punk Muslim di Surabaya.

“Alhamdulillah, akhirnya aku dipercaya oleh Zaky, impianku untuk bisa melebarkan sayap dan membesarkan nama Punk Muslim pun mendapat restu. Hal inilah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas Punk Muslim Surabaya. Saat itu terbentuknya sekitar bulan September 2014.”, ucapnya senyum.

Foto: Salah satu kegiatan yang dilakukan Komunitas Punk Muslim Surabaya. (Yetty Hutagalung/jurnalis warga/swamedium)

Kegiatan Punk Muslim

Ketika ditanya mengenai kegiatan apa saja yang ada di Punk Muslim ini, Ayik menuturkan jika komunitasnya lebih terfokus pada pembinaan. Itu kenapa, kata Ayik, komunitas ini tidak pernah mengadakan perekrutan besar- besaran demi menjaring dan mengajak para punkers untuk bisa masuk dan bergabung dalam komunitas Punk Muslim Surabaya. Menurutnya, komunitasnya ini sifatnya pembinaan dan pengkaderan, sehingga outputnya nanti bisa mencetak para pendakwah- pendakwah yang siap baik secara mental, spritual dan ilmu agama Islam yang sudah mumpuni.

Adapun kegiatannya, kata Ayik, biasanya rutin mengadakan kajian- kajian, sharing, diskusi dan lain sebagainya yang semua itu dilakukan dirumahnya. Menurut Ayik, kegiatan ini sangat efektif karena perlahan punkers yang sudah bergabung mulai tercerahkan, segala permasalahan dan problem hidup yang mereka hadapi sedikit demi sedikit mulai berkurang. Mereka yang rutin mengikuti kegiatan Punk Muslim sudah mulai bisa mensikapi segala persoalan dengan bijak.

“Jika ada teman- teman yang dinilai sudah mumpuni dalam menyerap pengetahuan tentang Islam, dibuatkan wadah atau forum untuk dijadikan sebagai kader dakwah. Untuk mereka yang masih dalam tahap pembelajaran akan terus digodok dan dibina terus menerus agar bisa masuk kedalam forum hingga bisa dikaderisasi.”, kata pria yang pernah kuliah S1 di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya jurusan Design Programe.

Pages: 1 2 3 4

Related posts