Monday, 21 October 2019

Sejarah Al-Quds; Khalifah Umar Memasuki Yerusalem dengan Menaiki Unta Putih

Sejarah Al-Quds; Khalifah Umar Memasuki Yerusalem dengan Menaiki Unta Putih

Foto: Masjidil Al Aqsha di Al-Quds. (ist)

Al-Quds, Swamedium.com — Kekalahan tentara Romawi di Yarmouk membuat peluang umat Islam untuk menaklukkan Kota Al-Quds (Yerusalem) terbuka luas.

Patriarch Sophronius, seorang Bishop memberikan syarat agar Khalifah Islam saat itu, Umar bin Al-Khattab sendiri yang hadir menemui penduduk Yerusalem dan menjamin keamanan.

Pada sangkaan Sophronius, umat Islam akan menolak syarat tersebut dan akan melakukan serangan terhadap Kota Yerusalem sebagaimana kerajaan-kerajaan yang pernah ada sebelum Islam seperti Persia dan Romawi melakukannya, tapi ternyata harapan mereka keliru.

Abu Ubaidah bin Jarrah yang ketika itu sudah mengepung Yerusalem, dengan sikap toleransi memenuhi permintaan Sophronius dan rakyat disitu. Ia menerima syarat tersebut dan menjemput Khalifah Umar Al-Khattab menuju ke Kota Yerusalem.

Di saat itulah kisah hebat pembukaan Kota Al-Quds (Yerusalem) yang dilakukan Khalifah Umar Al-Khattab dimulai.

Khalifah Umar Al-Khattab pergi ke Baitul Maqdis dengan tidak diiringi oleh pasukan militer, dan tidak juga mengenakan pakaian yang mewah – mewah untuk melambangkan kehebatan pemerintahannya, ia datang dengan hanya membawa seekor unta, dan ditemani oleh seorang khadamnya saja. Dan Perjalanan Umar dan khadamnya dari Madinah ke Kota Al-Quds, hanya berbekalkan air, roti dan kurma.

Menurut riwayat, Umar dan khadamnya bergantian menaiki unta. Jika Umar menaiki unta, maka khadamnya akan berjalan sambil memegang kereta unta tersebut. Sedangkan jika giliran khadamnya yang menaiki unta, Umar pula yang akan berjalan sambil memegang kereta unta itu. Setiap kali giliran dilakukan, mereka akan membaca surah Yassin sampai habis. Itulah yang dilakukan oleh Umar dan khadamnya sehingga mereka sampai ke Kota Al-Quds.

Sebelum mereka sampai ke Kota Al-Quds, Umar telah melalui tenda tentara-tentara Islam yang dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah di Jabiya. Abu Ubaidah bin Jarrah merupakan salah seorang Sahabat Nabi yang termasuk dalam daftar 10 orang yang telah dijanjikan surga. Turut bersama Abu Ubaidah saat itu adalah Khaled Al-Waled.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.