Thursday, 18 July 2019

Siapakah Remaja Palestina yang Ditangkap dan Gambarnya Viral Ini?

Siapakah Remaja Palestina yang Ditangkap dan Gambarnya Viral Ini?

Ramallah, Swamedium.com — Seorang remaja Palestina tampak ditahan dengan mata ditutup serta dikelilingi oleh belasan tentara zionis. Gambarnya viral di media sosial, bahkan potretnya itu dijadikan sebagai ilustrasi serta mural di dinding-dinding di Palestina.

Foto maupun video yang viral di media sosial pekan ini menunjukkan seorang remaja berusia belasan tahun digiring oleh belasan tentara zionis. Para pengguna medsos bersimpati kepadanya.

Remaja itu adalah Fawzi al-Junaidi (16). Kedua tangannya dicekal oleh dua tentara, matanya ditutup dengan kain, dan ia yang hanya seorang diri digiring oleh belasan tentara bersenjata zionis.

Dengan tudingan Fawzi telah melemparkan batu ke arah mereka, tentara zionis menahannya pada Kamis lalu (7/12), yaitu sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem (al-Quds) sebagai ibu kota negara ilegal Israel, Rabu (6/12), atau sehari sebelum Jumat Kemarahan (8/12). Akan tetapi, Fawzi membantah tudingan mereka.

Setidaknya 16 warga Palestina yang lain ditahan juga karena memprotes langkah AS tersebut. Bahkan, empat orang mati syahid. Selain itu, lebih dari 700 orang terluka.

Fawzi pun membantah tudingan bahwa ia turut berpartisipasi dalam unjuk rasa rakyat Palestina.

Para saksi mata mengklaim bahwa mereka melihat Fawzi melemparkan batu beberapa kali.

Pengacara Fawzi, Farah Bayadsi, mengatakan kepada Al Jazeera, “Ia (Fawzi) mengatakan bahwa ia takut dan melarikan diri saat kaleng kecil gas air mata dilemparkan.”

“Fawzi berkata bahwa ia dipukul dengan sebuah senapan dan ia menunjukkan luka memar di seluruh leher, dada, dan punggungnya.”

Farah menjelaskan bahwa kliennya akan menghadapi dakwaan formal di pengadilan militer pada Rabu (13/12) setelah menjalani sidang pertama pada Senin (11/12).

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)