Sabtu, 28 November 2020

Pilkada Serentak 2018 Masih Dibayangi Isu SARA

Pilkada Serentak 2018 Masih Dibayangi Isu SARA

Foto: Ketua DPP PAN Yandri Susanto. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 serta Pemilihan Pemilu (Pemilu) 2019 dibayang-bayangi isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

“Memang (Isu SARA-red) di Pilkada dan Pemilu langsung itu, apapun bisa dikapitalisasi. Masalah suku misalnya, pasti. Orang Sunda mana mau pilih orang Bengkulu seperti saya, walaupun saya berhak menyalon jadi Gubernur. Agama misalnya, tetap di kapitalisasi‎,” kata anggota komisi II DPR, Yandri Susanto, Jumat (15/12).

Menurut Yandri, mempermaikan isu SARA dalam Pilkada maupun Pemilu sah-sah saja. Namun, dia meminta hal itu jangan sampai mengarah pada ujaran kebencian.

‎”Jangan pilih Yandri, itu tidak apa-apa. Selama lingkupnya tidak ujaran kebencian, tidak ada masalah,” ujarnya.

Disatu sisi, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengakui bahwa dalam Undang-Undang (UU) Pilkada maupun UU Pemilu sudah diatur mengenai larangan menggunakan isu SARA dalam kampanye. Fakta yang terjadi justru sebaliknya.

‎”UU sudah jelas, tidak boleh (mainkan isu SARA-red). Misalnya kampanyekan anti pancasila yang sama-sama diartikan tidak boleh serang agama lain. Tidak boleh money politik, lakukan teror, kan sudah jelas di UU,” jelasnya. (dng)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.