Tuesday, 21 May 2019

Waspada! Menhan Ungkap 2 Ancaman Bagi Kedaulatan Indonesia

Waspada! Menhan Ungkap 2 Ancaman Bagi Kedaulatan Indonesia

Foto: Menhan ungkap dua jenis ancaman bagi NKRI. (Sindo)

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Pertahahan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengungkapkan soal ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan kedaulatan bangsa di masa kini. Hal itu disampaikan dalam seminar nasional bela negara dies natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (19/12).

Menhan menyebut ada dua jenis ancaman yang akan dihadapi oleh NKRI. Kedua ancaman tersebut adalah perang terbuka atau konvensional serta ancaman terorisme dan radikalisme.

“Perang terbuka atau konvensional antar negara saat ini mungkin saja terjadi. Meskipun, ancaman ini terbilang masih sangat kecil. Tetapi, tetap harus dipersiapkan karena sewaktu-waktu dapat berubah menjadi ancaman nyata apabila keutuhan dan kedaulatan serta keselamatan bangsa dan negara terganggu dan diserang,” ujar Ryamizard dalam sambutannya.

Sedangkan, lanjut dia, ancaman terorisme, radikalisme, separatisme, pemberontakan bersenjata, bencana alam dan lingkungan, kata Ryamizard, merupakan ancaman nyata yang saat ini sedang dihadapi oleh Indonesia.

“Pelanggaran wilayah perbatasan, perompakan dan pencurian sumber daya alam, wabah penyakit, perang siber dan intelijen serta peredaran dan penyalahgunaan narkoba harus kita waspadai,” tukas Ryamizard.

Selain ancaman fisik tersebut, Ryamizard menambahkan, Indonesia juga akan menghadapi ancaman nonfisik yang dampaknya akan lebih besar. Ancaman dan tantangan tersebut berupa serangan ideologis dengan kekuatan “soft power” yang berupaya untuk merusak “mindset” dan jati diri bangsa Indonesia.

Serangan ideologis inilah, kata Ryamizard, yang sering disebut dengan istilah perang modern atau istilah saat ini proxy war, jenis perang baru tanpa perlu berhadapan secara fisik.

“Mereka melalui upaya sistemik guna melemahkan dan menghancurkan benteng ideologi suatu bangsa,” tukasnya.

Ryamizard pun menekankan guna menghadapi potensi ancaman-ancaman tersebut di atas diperlukan adanya wawasan kebangsaan yang kuat dari seluruh Rakyat Indonesia agar tidak mudah dipengaruhi dan terprovokasi oleh upaya pencucian otak dari kelompok tertentu.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)