Rabu, 12 Mei 2021

Tim Advokasi GNPF Ulama: Kriminalisasi dibuat agar Umat Meninggalkan Ulama

Tim Advokasi GNPF Ulama: Kriminalisasi dibuat agar Umat Meninggalkan Ulama

Foto: Jumpa pers Tim Advokasi GNPF Ulama. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Tim Advokasi (TA) GNPF Ulama, Munarman menyebut kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis Islam hanya bermuatan politis yang dilancarkan oleh kelompok yang tidak suka akan syiar Islam agar para ulama ditinggalkan oleh umat.

Banner Iklan Swamedium

“Saya kira begini yah, sudah terbaca permainan seperti ini. Kita terangkan bahwa kasus kasus kriminalisasi para ulama dan aktifis Islam, motifnya hanya politik balas dendam dari kelompok kelompok tertentu,” ungkap Munarman dalam jumpa pers yang dilakukan TA GNPF Ulama, di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).

Pimpinan An-Nashr Institute ini juga membeberkan hasil temuannya terkait dugaan kriminalisasi yang kerap menimpa para ulama dan aktifis Islam, dimaksudkan untuk menjatuhkan kredibilitas para ulama yang bertujuan agar para ulama ditinggalkan oleh umat Islam.

“Karena ulama ini kan target, dan ulama ini, dimiliki dan disenangi, oleh umat Islam, dan diakui kepemimpinannya secara de facto sebagai pimpinan umat, tentu saja secara politis kepemimpinan yang seperti ini harus di-delegitimasi, dengan cara meng-create dan menghancurkan kredibilitas individunya,” beber Munarman.

“Jadi persoalannya, bukan karena kita (Tim Advokasi GNPF), takut secara hukum, karena tidak ada gunanya melayani proses hukum soal kriminalisasi para ulama ini, tujuannya medelegitimasi, itu yang sebenarnya terjadi,” imbuhnya.

Munarman juga menegaskan bahwa hasil akhir dari kasus yang dituduhkan kepada para ulama dan aktifis memang bukan bertujuan untuk diselesaikan, namun sengaja dilambatkan untuk pembentukan opini di masyarakat.

“Tentu kita juga sudah baca, jadi target dari kasus ini lebih kepada pembentukan opini, jadi bukan untuk menyelesaikan kasusnya, dan memang dengan sengaja kasus ini untuk dilambat lambatkan supaya isunya naik terus karena hukum jadi instrumen, itu yang sedang menimpa para ulama sekarang ini,” pungkasnya. (Jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita