Wednesday, 26 June 2019

Ayat-Ayat Cinta 2; Belajar Cinta dari Fahri dan Aisha

Ayat-Ayat Cinta 2; Belajar Cinta dari Fahri dan Aisha

Foto: Poster Film Ayat-ayat Cinta 2. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Film Ayat-Ayat Cinta 2 telah dirilis di bioskop sejak 21 Desember 2017 lalu. Yang belum sempat menonton, berikut sinopsis dan pelajaran penuh makna yang memudahkan kita dapat melihat alur cerita dan ibrahnya. Sebagaimana dirilis oleh seorang Warganet, Ummi Liha, seorang pegiat Sahabat Keluarga Cinta, melalui akun Facebooknya, beberapa waktu lalu.

BELAJAR CINTA DARI FAHRI DAN AISHA
Film Ayat-Ayat Cinta 2

“Hal yang paling layak untuk dicintai adalah cinta itu sendiri dan hal yang paling layak dibenci adalah kebencian itu sendiri” (Fahri, mengutip Syaikh Said Nursi)

Film Ayat-Ayat Cinta 2 dibuka dengan adegan menegangkan. Zionis Israel membombardir Gaza dari udara. Gedung-gedung luluh lantak. Tak peduli apakah ia rumah sakit, sekolah atau tempat ibadah. Warga sipil, wanita dan anak-anak berlarian menyelamatkan diri.

Aisha, istri Fahri, yang tengah menjadi relawan pendidikan anak-anak korban perang Gaza terjatuh saat sebuah rudal meledak tak jauh darinya. Sebelum terjatuh, ia sempat menelepon Fahri. Namun terputus sebelum pesan utama tersampaikan.

Sejak saat itu, Fahri kehilangan kontak dengan Aisha. Ia mencarinya sekian lama. Hasilnya nihil.

Menjalani kehidupan tanpa Aisha, Fahri menjadi dosen di Inggris sembari menjalankan beragam bisnisnya. Kelas pertama yang diisi Profesor Fahri membuatnya langsung dikagumi. Semula sejumlah mahasiswi kagum dengan wajahnya yang rupawan. Namun kepintaran dan karakter Fahri jauh lebih mengagumkan.

Dalam waktu singkat, Fahri menjadi dosen favorit. Bahkan seorang mahasiswi membuatkan makanan untuknya.

Dengan tetangga, Fahri juga baiknya luar biasa. Keira, gadis yang tinggal di depan rumahnya begitu membenci Fahri. Namun, ia tetap bersikap baik padanya. Memberi tumpangan dan selalu menolong Keira.

Brenda, tetangga yang berprofesi sebagai pengacara juga tak luput dari kebaikan Fahri. Meskipun suka mabuk, ia tetap ditolongnya. Misalnya dengan memakaikan selimut dan bantal agar tidak mati kedinginan saat tertidur di halaman.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)