Tuesday, 21 January 2020

Datangi Bareskrim, Pelapor Beberkan Bukti-bukti Persekusi terhadap UAS

Datangi Bareskrim, Pelapor Beberkan Bukti-bukti Persekusi terhadap UAS

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pelapor Persekusi terhadap Ustad Abdul Somad (UAS), Ismar Syafruddin diperiksa Bareskrim Polri, Kamis (4/1). Pemeriksaan itu berkaitan dengan laporan yang dibuatnya pada tanggal 12 Desember 2017 atas dugaan tindak pidana provokasi dan atau ujaran kebencian di media sosial dan atau penghadangan dan atau persekusi, yang diduga dilakukan anggota DPD asal Bali, Arya Wedakarna.

Arya diduga melakukan perbuatan yang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE dan atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 368 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 335 ayat (1) butir (1) KUHP dan atau Pasal 333 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 59 ayat (3) huruf a, b, c dan d Jo Pasal 82a Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 16 tahun 2017 tentang Ormas.

Ismar menjelaskan kehadirannya atas panggilan dari Bareskrim untuk memberikan penjelasan berkaitan dengan laporan yang dibuatnya dimana dalam laporan tersebut yang menjadi terlapor adalah I Gusti Agung Ngurah Harta, I Gusti Ngr Arya Wedakarna, Ketut Ismaya, Jemima Mulyandari, Gusyadi, Mocka Jadmika, dan Arif.

“Serta beberapa pihak lainya termasuk ormas-ormas yang diduga terlibat dalam penghadangan dan persekusi terhadap UAS,” ujar Ismar di lokasi, Kamis (4/1).

Ismar yang juga berprofesi sebagai pengacara itu, menuturkan bahwa pelaporannya yang dilakukannya itu adalah sebagai wujud sadar hukum dan menolak tindakan intoleran yang dilakukan oleh pihak-pihak yang harus dipertanggung jawabkan secara hukum.

“Sebagaimana kita ketahui, Bali adalah etalase dunia sehingga tindakan intoleran yang dilakukan oleh sekelompok orang haruslah dicegah dan untuk itu perlu ada upaya hukum agar mereka sadar bahwa Negara kita ini Negara hukum jadi berpegang teguhlah terhadap aturan dalam melakukan tindakan,” tegas dia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.