Tuesday, 21 January 2020

Badan Kehormatan DPD RI Benarkan Sanksi Pemberhentian Sementara Arya Wedakarna

Badan Kehormatan DPD RI Benarkan Sanksi Pemberhentian Sementara Arya Wedakarna

Foto: Arya Wedakarna. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Anggota Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (BK DPD), Dr H Dedi Iskandar Batubara membenarkan bahwa pihaknya memberikan sanksi berupa surat pemberhentian sementara terhadap anggota DPD dapil Bali, Arya Wedakarna. Ia mengungkapkan, surat tersebut ditandatangani oleh dirinya dan almarhum AM Fatwa.

“Saya tadi diminta untuk menjelaskan saja selaku anggota DPD dan pimpinan Badan Kehormatan, yang menjelaskan tugas-tugas kewenangan DPD, tugas kewenangan Badan Kehormatan, memastikan bahwa betul tidak ada surat keputusan no 3 tahun 2017, seputar itu saja,” jelas Dedi saat dimintai keterangan oleh penyidik dari Ditkrimsus Polda Bali, Senin (8/1) pagi.

Dedi diperiksa sebagai saksi pelapor, terkait kasus ujaran kebencian yang menjerat Arya Wedakarna.
.
Dedi diperiksa penyidik selama lima jam berkenaan status jabatan Arya Wedakarna. Ia mulai diperiksa sejak pukul 08.30 WITA sampai dengan 14.15 WITA.

“Penyidik menanyakan itu kepada saya. Saya, kita memang wajar kalau penyidik menanyakan hal itu kepada saya kan. Memastikan tentang benar tidak keputusan DPD berkaitan dengan pemberhentian sementara itu. Dan saya sudah sampaikan keterangan saya dan penjelasan saya secara konprehensif di hadapan penyidik,” jelasnya seperti dikutip Kiblat.net.

“Surat itu ada, di tahun 2017 kemarin, surat keputusan BK/N0. 3. Yang menandatangani saya dan bapak AM Fatwa almarhum, sebagai pimpinan Badan Kehormatan DPD saat itu,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, surat Putusan BK DPD RI No. 3 Tahun 2017 itu dikeluarkan setelah melalui proses yang panjang. Putusan itu lahir atas rekomendasi dari tim pencari fakta, kelompok khusus yang ditugaskan untuk mengumpulkan bukti.

Tim pencari fakta turun ke lapangan mengumpulkan bukti-bukti, menggali berbagai informasi, kemudian dilakukan analisis dan kajian mendalam terhadap temuan di lapangan. Kemudian, hasilnya disampaikan dalam rapat pleno Badan Kehormatan. Hasil rapat pleno itulah yang kemudian memutuskan untuk melakukan pemberhentian sementara terhadap Arya Wedakarna.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.