Sunday, 15 December 2019

Hanura Plin Plan, KPU Purwakarta Tolak Paslon Gerindra-PKS

Hanura Plin Plan, KPU Purwakarta Tolak Paslon Gerindra-PKS

Foto: Hanura plin plan, Paslon Cabup Purwakarta ditolak KPU. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta menolak bakal pasangan calon Rustandi-Dikdik Sukardi, sebagai peserta Pilbup 2018-2023 lantaran dukungan Partai Hanura yang belakangan masuk ke paslon tersebut.

Ketua KPU RI Juri Ardiantoro mengatakan, langkah yang dilakukan anggota KPU Purwakarta sudah benar berdasarkan UU dan PKPU.

“Intinya, parpol tidak boleh menarik dukungan setelah didaftarkan,” kata Juri saat dihubungi, Kamis (11/1).

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat yang dihubungi terpisah, mengamini pernyataan Juri Ardiantoro yang sebelumnya juga telah membenarkan keputusan yang ditempuh KPU Purwakarta.

Dasar langkah tersebut menurut Yayat adalah PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018.

Rujukan dari PKPU tersebut adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5656) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik.

Sebagaimana diketahui Rabu (10/1) pasangan Rustandi-Dikdik Sukardi, datang ke KPU Purwakarta untuk mendaftar sebagai peserta Pilbup 2018-202.

Langkah bapaslon yang didukung oleh koalisi Partai Gerindra, PKS dan Hanura dihentikan KPU Purwakarta karena salah satu SK Partai Pengusung yaitu Partai Hanura sudah digunakan pasangan lain.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.