Friday, 19 July 2019

Soal Penenggelaman Kapal, Pilihan Jokowi Berat: Luhut atau Susi

Soal Penenggelaman Kapal, Pilihan Jokowi Berat: Luhut atau Susi

Foto: Asyari Usman. (FB)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com – Setelah agak lama menghilang di media massa dan media sosial, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) kembali hadir dengan gagasan yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi serba sulit. Pilihan menjadi berat karena Pak LBP mengusulkan agar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (SP) menghentikan penenggelaman kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan NKRI.

Kedua menteri ini melakukan “open war” (perang terbuka) di ruang publik. Padahal, gagasan Pak LBP itu disampaikan di rapat koordinasi yang beliau pimpin.

Alasan Pak LBP agar penenggelaman kapal asing dihentikan, cukup kuat. Tetapi, alasan Bu SP untuk terus memusnahkan kapal maling ikan, lebih kuat lagi. Pak Menko mengatakan, kapal-kapal pencuri ikan itu lebih baik dihibahkan kepada nelayan Indonesia untuk meningkatkan produksi mereka. Sedangkan Menteri Susi menegaskan bahwa penenggelaman adalah amanat UU Nomor 45/2009. Dengan lantang, Bu Menteri menyekak Pak LBP dengan mengatakan bahwa penenggelaman kapal maling ikan bukanlah keinginan pribadi beliau.

Adu argumentasi secara terbuka itu disusul oleh perang opini di media sosial. Bu SP menang telak. Misalnya, ketika salah satu media online rujukan dan pro-Jokowi membuat “quick polling” (jajak pendapat dadakan) dengan pertanyaan “setuju” atau “tidak setuju” terhadap usul Pak LBP, hampir 90% responden mendukung Bu SP. Hanya 7% yang sependapat dengan Pak LBP.

Masyarakat mempertanyakan motif Pak LBP. Sebaliknya, akun Twitter Bu SP dibanjiri dukungan agar tindakan penenggelaman kapal maling ikan dilanjutkan. Bahkan banyak yang bercanda agar Pak LBP juga “ditenggelamkan”.

Sekarang, “bentrokan” antara Pak LBP dan Bu Susi itu serius atau tidak?

Bagi saya, sangat serius! Sebab, ini menyangkut kredibilitas kedua menteri. Pak LBP adalah menteri senior yang sangat diperlukan dan diandalkan oleh Presiden Jokowi. Begitu juga Bu Susi. Beliau ini adalah “straight forward minister” (menteri garis lurus) yang bisa “get things done”. Bisa bekerja, bukan sekadar cuap-cuap. Para maling ikan sudah paham siapa Bu SP.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)