Thursday, 22 August 2019

Soal Penenggelaman Kapal, Pilihan Jokowi Berat: Luhut atau Susi

Soal Penenggelaman Kapal, Pilihan Jokowi Berat: Luhut atau Susi

Foto: Asyari Usman. (FB)

Jadi, Pak Jokowi menghadapi dilema yang sangat sulit. Mempertahankan Pak LBP atau Bu SP. Yang benar, keduanya harus dipertahankan. Tetapi yang terbaik, mereka harus “dipisah”. Kedua menteri penting ini sudah terlanjur “singsing lengan baju”.

Ada perbedaan besar beban psikologis kedua menteri. Bagi Pak LBP, beliau tidak boleh kalah atau mengalah. Pak LBP akan kehilangan otoritas (wibawa) kalau Bu SP terus menenggelamkan kapal maling. Dan sejauh ini, Menteri Susi tidak ingin mengkompromikan sikap tegasnya terhadap pencuri isi laut NKRI. Artinya, Bu Menteri tidak akan mau dipaksa mengikuti anjuran Pak LBP.

Bu SP ada pada posisi “nothing to lose”. Mau dipertahankan OK, mau dikeluarkan juga OK. Sebab, Pak Jokowi yang memerlukan Bu SP.

Tampaknya, pengaruh Pak LBP terhadap Presiden pasti jauh lebih besar dibandingkan Bu SP. Tambahan lagi Wapres Jusuf Kalla, tumben, sependapat dengan Pak LBP. Karena itu, ada kemungkinan kita akan menyaksikan perombakan kabinet dalam waktu tak terlalu lama sebagai “face saving formula” (formula selamatkan muka) untuk Pak LBP.

Sudah pasti mengganti Bu Susi jauh lebih mudah ketimbang mencari orang yang bisa sehebat Pak LBP. Yang menjadi masalah adalah, mengganti Bu Susi tidak akan berhenti sampai di situ.

Sebab, Bu SP memiliki “basis politik online” yang sangat kuat. Cara kerja beliau disenangi publik, dan beliau bisa menjadi “vote getter” yang diperlukan oleh Pak Jokowi. Sebaliknya, Pak LBP lebih cenderung berperan sebagai “vote repeller” (kebalikan dari “vote getter”).

Tentu saja semuanya terpulang kepada Pak Presiden! (*/ls)

*Penulis adalah wartawan senior

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)