Saturday, 07 December 2019

Apresiasi untuk Ustadz Abdul Somad Temui Wapres JK demi Kepulangan Habib Rizieq

Apresiasi untuk Ustadz Abdul Somad Temui Wapres JK demi Kepulangan Habib Rizieq

Ustadz Abdul Somad berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinas Wapres di Jakarta seusai menunaikan shalat Shubuh berjamaah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Ahad, 4 Februari 2018. (ist.)

Jakarta, Swamedium.com — Ahad (4/2) pagi selepas menunaikan shalat Shubuh berjamaah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, ustadz Abdul Somad menghadiri perjamuan di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berlokasi di dekat Masjid.

Sebelumnya, Kalla yang berkapasitas sebagai ketua dewan masjid Indonesia (DMI), bersama Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan sebagai ketua majelis pakar DMI, Wakapolri Komjen. Syafruddin sebagai wakil ketua umum DMI, dan warga Muslim memenuhi panggilan adzan Shubuh dari Masjid Sunda Kelapa.

Dalam jamuan, Ust. Abd Somad menyatakan perihal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang masih berada di Arab Saudi kepada Kalla beserta Jend. Budi Gunawan dan Komjen. Syafruddin.

Ust. Abd Somad mengungkapkan doa dan harapannya. Ia mendoakan semoga Allah memberikan kekuatan untuk menegakkan kebenaran kepada Kalla.

Ia menyampaikan harapan agar Habib Rizieq dapat pulang kembali ke Tanah Air dengan aman.

Ia mengutarakan kerinduan kaum Muslim kepada Habib Rizieq. Ia pun mengharapkan kerukunan di antara sesama Muslim, ulama dan umara bergandengan tangan.

Habib Novel Bamukmin, seorang tokoh FPI dan praktisi hukum, mengapresiasi sosok ust. Abd Somad dan menanggapi pertemuannya dengan Wapres Jusuf Kalla.

Habib Novel menyampaikan kepada Swamedium, “Ustadz Abd Somad adalah dai’ fenomenal abad ini karena beliau merakyat… rakyat biasa yang hidup dari tengah masyarakat kalangan bawah, yang dibuktikan dengan segala kesederhanaannya, dan tidak pernah pilih-pilih, apalagi membatasi diri dengan manajemen yang bertarif.”

“…dengan cara lembut, jenaka, sampai tegas pun disampaikannya. Yang penting baginya adalah kewajiban berjuang [dalam] berdakwah menyampaikan kebenaran apa pun risikonya, walau terkadang pahit, tetap istiqomah dalam prinsipnya.”

“Dakwah sudah [menjadi] jalan hidupnya dengan bekal pendidikan yang sangat mumpuni, tetap tawadhu, dekat dengan masyarakat bawah mana pun juga, dan sudah merambat sampai kalangan atas saat ini.”

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.