Kamis, 09 Juli 2020

Pilkada dan Desentralisasi Politik

Pilkada dan Desentralisasi Politik

Foto: Moh. Mansyur (Dok. Pribadi)

Oleh: Moh. Mansyur*

Jakarta, Swamedium.com — Seiring dengan perhelatan Pilkada serentak pada juni 2018 dengan total 171 daerah yang mengikuti kontestasi elektoral tersebut, maka hingar bingar pesta demokrasi rakyat itu semakin ramai dibandingkan pada perhelatan pilkada serentak sebelumnya pada tahun 2017.

Apalagi dengan adanya tiga daerah dengan jumlah pemilih terbesar yang menjadi rebutan partai politik untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Bisa dikatakan perhelatan kontestasi politik dalam pilkada ini adalah rangkaian panjang sebelum akhirnya menemui babak terakhir politik (final of politic) pada Pilpres 2019. Sehingga ajang Pilkada serentak ini menjadi tahap yang juga akan menentukan bagaimana arus politik kedepannya.

Sekalipun ada yang mengatakan hasil pilkada tidak akan menyebabkan pengaruh besar terhadap polarisasi di masyarakat nantinya. Tetapi benih-benih polarisasi warisan Pilpres di 2014 sejatinya masih ada sampai sekarang dan diperkirakan akan berlanjut sampai tahapan Pilpres berikutnya yang akan datang.

Keberadaan Pilkada serentak ini tentu akan menyedot banyak perhatian publik. Arus demokratisasi dalam menentukan pemimpin eksekutif seringkali diwarnai dengan euforia dan luapan antusiasme masyarakat umum.

Ramainya kontestasi politik pada Pilkada serentak ini salah satunya disebabkan banyaknya berbagai golongan dan kelompok yang ambil bagian, misalnya para calon yang terlibat dalam perebutan tampuk kekuasaan adalah dari berbagai individu dengan identitas sosial yang berbeda, baik itu kalangan sipil, militer, polisi dan para ulama.

Heterogenitas identitas sosial ini telah menyebabkan dinamika dan polarisasi di akar rumput. Polarisasi dalam menjagokan masing-masing pasangan calon ini harus dilandaskan atas sikap toleransi dan kedewasaan.

Sehingga dalam perjalanannya tidak akan menyebabkan konflik horizontal di lapisan masyarakat bawah. Apalagi tahun ini juga akan dimulai tahapan awal Pilpres, sehingga akan menambah masifnya polarisasi tersebut dengan berbagai bumbu-bumbu politik tentunya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.