Saturday, 07 December 2019

Hasto Terancam Terjerat Kasus Hukum

Hasto Terancam Terjerat Kasus Hukum

Jakarta, Swamedium.com — Dalam sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa ustadz Alfian Tanjung, Rabu (7/2), Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa di Front Pembela Islam (FPI) pun ada anak PKI. Pernyataannya itu dapat membuatnya terjerat kasus hukum pula.

Hasto yang menjadi saksi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu menyatakan, “Sama dengan ketika saya bertemu dengan Habib Rizieq di Megamendung. Beliau (Habib Rizieq) juga mengatakan ‘Banyak anak PKI yang juga ada di FPI.'”

Sebagai saksi dalam suatu pengadilan, Hasto disumpah dengan kitab suci agar memberikan kesaksian yang benar. Jika tidak, ia terancam terjerat kasus hukum. Bahkan, ia mengutip pernyataan orang lain dalam kesaksiannya.

Habib Novel Bamukmin, salah satu anggota Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT), mewakili kuasa hukum yang lainnya mengutarakan tanggapannya atas kesaksian Hasto tersebut kepada Swamedium.

Novel sangat keberatan dengan apa yang telah diucapkan oleh Hasto. Sebagai saksi yang disumpah sebelum bersaksi, seharusnya Hasto tidak mengkhianati sumpahnya. Kesaksiannya harus berdasarkan apa yang ia dengarkan sendiri, lihat sendiri, dan rasakan sendiri, serta dilarang bersaksi palsu.

Menurut Novel, jika dengan sadar dan sengaja memberikan keterangan palsu, Hasto dapat dijerat dengan Pasal 242 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Novel melanjutkan bahwa jika memfitnah Habib Rizieq atas pernyataannya tentang anak PKI di FPI, Hasto pun dapat dijerat dengan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang fitnah dan pencemaran nama baik.

TAAT akan siap melaporkan Hasto kepada Bareskrim Polri atas pernyataannya dalam kesaksiannya yang menyudutkan Habib Rizieq dan FPI. (Nael/Pamungkas)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.