Selasa, 09 Agustus 2022

Gubernur TGB Buka Rahasia Sukses Wisata NTB di HPN Padang

Gubernur TGB Buka Rahasia Sukses Wisata NTB di HPN Padang

Foto: Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB), membuka rahasia bagaimana NTB menjadi salah satu destinasi utama wisata halal dunia saat ini. (Denni Risman/swamedium)

Padang, Swamedium.com – Keberhasilan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menata dan mengembangkan industri pariwisata di NTB, membuat Gubernur NTB dua periode tersebut sering diundang berbagai kalangan untuk menjadi narasumber.

Banner Iklan Swamedium

Salah satunya adalah, pada Seminar Nasional Pariwisata bertajuk Menata Potensi Wisata dan Dukungan Infrastruktur Menuju Industri Pariwisata Yang Modern di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Rabu (7/2).

Gubernur yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB), membuka rahasia bagaimana NTB menjadi salah satu destinasi utama wisata halal dunia saat ini.

TGB menyampaikan empat strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan pariwisata, yakni pertama yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk mengelola pariwisata adalah membentuk visi yang kuat.

“Kami keliling ke semua kabupaten/kota, berdikusi dan berbicara dengan bupati dan walikota serta DPRD untuk menyamakan dan memperkuat visi bahwa pariwisata adalah sektor andalan NTB. Ketika ada kesamaan visi, gerak antara provinsi dan kabupaten/kota akan bisa sinergi dalam mengembangkan pariwisata”, jelas Gubernur Hafizd Al-Qur’an tersebut.

Strategi kedua, menurut TGB, adalah membentuk payung hukum atau regulasi yang menjamin pariwisata bisa berkelanjutan.

“NTB adalah satu dari beberapa provinsi yang regulasinya pariwisata paling lengkap. Jadi tidak hanya pembentukan perda dan pergub sifatnya sektoral tapi juga masuk di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Lima Tahunan Daerah”, jelas gubernur di hadapan narasumber lain, yakni Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan Staf Ahli Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Adang Saf Ahmad.

Strategi ketiga, lanjut TGB, adalah mengintegrasikan pariwisata itu dengan sektor lain. Salah satu di antaranya adalah dengan infrastruktur. Bicara pariwisata, menurut gubernur, tidak bisa sektoral, namun harus integrative. Dan yang keempat, adalah inovasi dan kreativitas.

Pariwisata di NTB, jelas TGB, tidak akan terus berkembang jika hanya bergantung pada sektor pariwisata konvensional. Sehingga, dengan mantap Gubernur yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu menetapkan NTB sebagai destinasi wisata halal atau Moslem Friendly Tourism.

Program pariwisata ini diyakini akan berkembang karena sesuai dengan nilai yang berkembang di masyarakat NTB yang mayoritas beragama Islam. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita