Wednesday, 24 April 2019

PKS Dukung Pencapresan Jokowi, Mungkinkah?

PKS Dukung Pencapresan Jokowi, Mungkinkah?

Foto. Pilpres 2019 semakin dekat. Banyak yang berusaha merangkul PKS guna menjaring suara orang Islam. (ist)

Bagaimana dengan PKS. Apakah mungkin meninggalkan koalisi keumatan dan bergabung dengan Jokowi? Adagium dalam politik tidak ada musuh ataupun teman abadi tetap berlaku. Peta politik dalam pilkada, termasuk pecah kongsinya Koalisi Merah Putih (KMP) adalah bukti nyata.

Kendati tak ikut menyeberang — seperti Golkar, PPP, dan PAN — namun PKS juga tidak lagi sepenuhnya menjadi oposisi pemerintah. Beberapa bulan setelah terpilih menjadi Presiden PKS, M Sohibul Iman dan sejumlah pengurus DPP menemui Jokowi di Istana Merdeka. Sohibul kala itu menyebut PKS sebagai oposisi yang loyal.

Sejauh ini PKS juga tidak terlalu menunjukkan sikap yang keras dan bermusuhan dengan Jokowi. Terkesan PKS ingin menyampaikan pesan kepada Jokowi, bahwa kendati mereka oposisi, tapi mereka tidak akan “mengganggu” Jokowi.

Hal itu terlihat setidaknya dari sikap Sohibul yang dengan santai menyebut Jokowi mengikuti trend anak jaman now, ketika dia mengenakan kaos saat peresmian kereta api bandara. Padahal banyak yang mengkritik Jokowi menabrak pakem kenegaraan. Sohibul juga mengapresiasi berbagai langkah pemerintah, termasuk soal Palestina.

Kesan baik itu sedikit “terganggu” ketika Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam talkshow ILC di TV One menyebut pada 2019, PKS ingin mengganti pemerintahan Jokowi. Kabarnya pernyataan Mardani ini mengundang kemarahan salah seorang anggota majelis syuro PKS.

Selain kunjungan Sohibul, Presiden Jokowi sendiri kabarnya juga secara gencar mendekati PKS, dan menawarkan menjadi mitra. Jokowi sangat sadar posisinya di kalangan umat Islam, terutama di perkotaan masih sangat lemah. Apabila berhasil menggaet PKS, maka akan menjadi keuntungan besar baginya.

Sebaliknya bagi PKS, hubungan “benci dan rindu” dengan Jokowi ini harus ditangani secara hati-hati. Jangan sampai hal itu menjadi sebuah blunder. Siapa capres yang akan didukung, akan sangat menentukan perolehan suara dalam pileg. Sebab pilpres dan pileg dilakukan secara serentak.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)