Wednesday, 24 April 2019

RUU KUHP Dinilai Bakal Membungkam Jurnalis dan Suara Kritis

RUU KUHP Dinilai Bakal Membungkam Jurnalis dan Suara Kritis

Foto: Ilustrasi (ist)

Makassar, Swamedium.com – Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB) berpendapat bahwa revisi draft Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) bakal mengancam keberadaan para jurnalis dan tokoh-tokoh yang kritis dalam menyampaikan aspirasi. Untuk itu, KPJKB meminta Komisi III DPR RI menunda pengesahannya.

Koordinator Relawan KPJKB, Upi Asmaradhana menyesalkan bahwa dalam draft RUU KUHP banyak peraturan yang akan membungkam kemerdekaan pers, demokrasi dan Hak Asasi Manusia.

RUU KUHP sendiri rencananya akan disahkan pada hari ini, Rabu (14/2) dalam rapat paripurna Komisi III DPR RI.

“Berdasarkan telaah kami terhadap sejumlah pasal dalam draft revisi RUU KUHP tersebut, DPR RI dan pemerintah harus menunda pengesahannya,” ujar Upi melalui rilisnya, Selasa (13/2).

KPJKB beralasan, beberapa pasal dalam RUU KUHP tersebut, mengancam kemerdekaan dan sikap kritis para jurnalis, para jurnalis akan rawan dikriminalisasi sebab, menurut Upi, RUU KUHP tak sejalan dengan spirit UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Juga mengancam kebebasan berekspresi dan berpendapat setiap warga, dapat memberangus proses berdemokrasi, dan tidak melindungi rakyat, justru spiritnya hendak melindungi penguasa,” tegasnya.

Upi pun mengungkapkan pasal-pasal tersebut antara lain, Pasal 309 ayat (1) perihal “Berita Bohong”, 2. Pasal 328 – 329 perihal contempt of court, Pasal 494 tentang Tindak Pidana Pembukaan Rahasia, Pasal 262 – 264 tentang Penghinaan terhadap Presiden dan Wapres, dan Pasal 284 dan 285 tentang penghinaan terhadap pemerintah.

Untuk itu, KPJKB melalui telaah atas pasal-pasal tersebut menyatakan sikapnya, menghentikan seluruh usaha untuk mengesahkan RKUHP yang masih memuat banyak permasalahan.

Selain itu, lanjut Upi, mendesak pemerintah untuk menarik RUU KUHP dan membahas ulang dengan berbasis pada data dan pendekatan lintas disiplin ilmu, dengan pelibatan bersama seluruh pihak, kelompok dan lembaga-lembaga terkait.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)