Saturday, 07 December 2019

Densus 88 Harus Segera Dibubarkan

Densus 88 Harus Segera Dibubarkan

Foto: Ilustrasi. (ist)

Oleh: Habib Novel Bamukmin, SH*

Jakarta, Swamedium.com — Keberadaan detasemen khusus 88 kepolisian RI yang digagas oleh kombespol Gories Mere dan pertama kali dikomandani oleh AKBP Tito Karnavian (kini menjadi kapolri) adalah untuk memberantas tindak pidana terorisme berdasarkan surat keputusan kapolri No. 30/VI/2003 (20 Juni 2003), UU No. 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perppu No. 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Akan tetapi, pada praktiknya, densus 88 memberantas komunitas teroris tertentu saja. “Teroris” yang menjadi target densus ialah kelompok militan Muslim seperti yang ditargetkan oleh hampir seluruh otoritas keamanan global.

Dalam kasus terakhir, Muhammad Jefri (32) menjadi korban semena-mena densus. Jefri dan istrinya ditangkap di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/2), tanpa surat penahanan, namun beberapa hari kemudian ia tewas, padahal penyelidikan terhadapnya sebagai terduga teroris masih berlangsung.

Densus 88 harus segera dibubarkan karena sudah terlalu jauh menyalahi fungsinya sebagai penjaga keamanan negara dari serangan teroris.

Akhir-akhir ini, ulama sudah menjadi korban teror kebiadaban oleh (yang patut diduga) komunis. Sejak 1948, ulama selalu dibantai. Namun, densus 88 menghilang.

Viktor Laiskodat merupakan seorang peneror yang mengancam membunuh umat Islam melalui ujaran kebenciannya. Bahkan, sekarang terjadi teror dan pembunuhan terhadap ulama, maka Viktor harus ditangkap, tetapi densus 88 menghilang.

Masjid-masjid sudah banyak diteror dan dirusak di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Namun, densus 88 menghilang juga.

Namun, ketika sebuah gereja di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diserang, densus 88 datang.

Belum ada penyelidikan, namun penyerangnya dikatakan sebagai seorang Muslim penganut radikalisme.

Umat Islam sudah lelah akan ulah oknum densus 88 yang telah berkali-kali mengeksekusi dengan cara main hakim sendiri, dengan kejamnya. Sudah menjadi rahasia umum, seseorang yang baru terduga saja langsung dieksekusi; dan itu menambah aib institusi kepolisian dalam menangani orang yang diduga teroris.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.