Thursday, 20 February 2020

5000 Jiwa di Distrik Waan Merauke Kelaparan, Hanya Makan Kulit Kayu

5000 Jiwa di Distrik Waan Merauke Kelaparan, Hanya Makan Kulit Kayu

Foto: Kondisi salah satu kampung di Distrik Waan Merauke akibat diterjang banjir rob, warganya kini terancam kelaparan. (KabarPapua.co)

Merauke, Swamedium.com — Kurang lebih 5000 jiwa warga di Distrik Waan, Kabupaten Merauke mulai kekurangan pangan dan kelaparan. Bahkan kini ada yang terpaksa makan kulit kayu, guna mengganjal dan mengisi perut mereka. Tak kalah perihnya, anak-anak mereka kini terserang penyakit diare dan penyakit lainnya, pasca diterjang banjir rob.

Banjir rob ini akibat naiknya air laut menggenangi daratan. Biasa terjadi di daerah lebih rendah dari muka air laut.

“Banjir rob yang menerjang daerah Distrik Waan dua kali, yakni gelombang pertama pada 5 Januari 2018 dan gelombang kedua pada 27-31 Januari 2018,” kata salah satu pemerhati pendidikan di Merauke, Dominikus Ulukianan, Sabtu (3/3) lalu.

Menurut Dominikus, kondisi warga di 11 kampung yang terdampak banjir rob di Distrik Waan sudah sangat memprihatinkan.

“Banyak yang sudah eksodus ke beberapa tempat, seperti ke Distrik Kimaam dan Kota Merauke menggunakan speed boat dan belang,” ungkap mantan guru di Distrik Kimaam ini.

Foto: Seorang anak berenang di banjir rob yang menerjang kampungnya di Distrik Waan Merauke, kini mereka terancam sakit diare. (KabarPapua.co)

Dominikus juga mengatakan, banjir rob yang menerjang pemukiman warga pada 11 kampung ini terjadi sejak 5 Januari 2018 lalu.

“Saya barusan dari sana, kondisinya sangat memprihatinkan. Memang ada bantuan lima ton beras dari pemerintah daerah, tapi itu tak cukup. Warga masih butuh bantuan bahan makanan dan medis,” ujarnya.

Dominikus menambahkan, dari 11 kampung yang terdampak parah oleh banjir rob, ada tiga kampung yang paling sangat parah, yakni Kampung Gladar, Kampung Tor dan Kampung Sabon. “Berbagai macam pertanian hancur. Tak ada yang bisa dimakan warga, hanya bertahan hidup seadanya. Bahkan kini warga makan kulit kayu,” ujarnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.