Minggu, 05 Desember 2021

Usai PBB Ditetapkan sebagai Peserta Pemilu, Yusril Ziarah ke Luar Batang

Usai PBB Ditetapkan sebagai Peserta Pemilu, Yusril Ziarah ke Luar Batang

Foto: Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra berziarah ke makam Keramat Luar Batang. (Dok. PBB)

Jakarta, Swamedium.com — Usai ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Peserta Pemilu 2019 dengan Nomor Urut 19, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra ditemani sejumlah fungsionaris PBB melakukan ziarah ke Masjid dan makam Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (6/3) malam.

Banner Iklan Swamedium

Ditemui wartawan di halaman Masjid Luar Batang, Yusril menerangkan bahwa kedatangannya ke masjid ini untuk menunaikan niat dan nazarnya, jika PBB memenangkan gugatan melawan KPU di Bawaslu, dia akan datang untuk solat dan berdoa di Masjid Luar Batang.

Yusril berkisah bahwa Kampung Luar Batang memberikan banyak inspirasi kepada dirinya ketika dia membela warga kampung tersebut yang akan digusur Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tahun 2016 yang lalu.

Di kampung itu, menurut Yusril, dia merasakan penderitaan rakyat yang tertindas, diperlakukan sewenang-wenang tanpa keadilan oleh penguasa. Inspirasi itulah yang kini mendorongnya untuk memperkuat perjuangan membela kaum tertindas.

Yusril kembali menegaskan bahwa PBB adalah partai Islam modernis berhaluan moderat dan nasionalis.

Ketika ditanya apakah PBB akan merapat ke salah satu poros dalam Pilpres nanti, Yusril mengatakan bahwa Pilpres 2019 ini menggunakan threshold 2014, sehingga skenario politiknya hanya dua kemungkinan, Jokowi calon tunggal atau mengulang kembali pertarungan 2014 Jokowi melawan Prabowo Subijanto.

“Di tengah partai-partai yang sudah seperti koor mendukung Jokowi, apalagi sebagai calon tunggal, lebih baik PBB membangun kekuatan oposisi mengkritisi kebijakan Pemerintah,” jelas mantan Menteri Sekretaris Negara ini.

Sekarang ini, tambah Yusril, parpol dan media telah kehilangan daya kritisnya terhadap Pemerintah dan kebanyakan ingin merapat dengan kekuasaan.

“Saya meminta kepada warga PBB agar jangan mudah tergoda dengan kekuasaan. Warga PBB lebih baik mempersiapkan diri sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan untuk membangun bangsa dan negara yang lebih baik di masa datang,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita